Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Dua Tahun Vakum, Warga Senang Ruwahan Diselenggarakan

 

Yogyakarta, Koran Jogja – Terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19, warga Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta menyambut suka cita gelaran ruwahan.

Acara yang diselenggarakan setiap tahun menjelang ramadhan ini dilaksanakan warga RT 49, RW 50 Kelurahan Gedongkiwo pada Minggu sore (13/3).

Ketua RT Alvin Syuhada menerangkan usai tak terlaksana dua kali, tahun ini warga sepakat menggelar ruwahan sebagai upaya mempertahankan tradisi dan kebudayaan.

“Warga sangat antusias mengikuti acara terlebih karena tahun-tahun sebelumnya tidak dilaksanakan karena adanya pandemi. Saya mendukung acara tersebut karena merupakan tradisi masyarakat yang harus dilestarikan tentunya dengan tidak menghilangkan nilai-nilai adat budaya,” katanya, Senin (14/3).

Tradisi ruwahan yang ada di sini menurut Alvin memiliki ciri khas yaitu dengan tradisi membuat apem secara bergotong royong.

Karena adanya kesadaran norma baru akibat pandemi, seluruh warga yang terlibat dalam acara ini mematuhi protokol kesehatan ketat antara lain tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak saat memasak apem.

“Kali ini untuk tim pembuat apem kita batasi yaitu sebanyak tiga belas orang yang semuanya ibu-ibu. Mereka membuat tiga macam makanan yaitu yaitu apem, kolak, dan ketan,” lanjutnya.

Setelah proses pembuatan tiga makanan ini selesai, kemudian diadakan kenduri yang dihadiri bapak-bapak tentunya juga menaati protokol kesehatan ketat.

Mewakili ibu-ibu, Tri Wahyuningsih mengaku adanya acara apeman ini para ibu-ibu merasa senang karena ini salah satu acara untuk mengenang masa kecil.

“Jadi kami menanti-nanti apeman ini di adakan lagi. Sebagai tim PPKM tentunya bisa memantau pelaksanaan apeman ini yaitu membuat tempat terpisah antara pembuatan apem dan pembuatan kolak dan ketan. Sehingga tidak ada kerukunan disitu,” sambung Tri. (Set)

Leave a Reply