Yogyakarta Bakal Uji Coba Belajar Tatap Muka

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menggelar uji coba pembelajaran tatap muka yang dikhususkan pada sepuluh sekolah menengah pada April mendatang. Pemda juga memberi lampu hijau proses belajar tatap muka di perguruan tinggi pada Juni.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya sepuluh sekolah yang dipilih untuk uji coba ini adalah dua sekolah di per kabupaten/kota yang terdiri dari satu SMAN dan satu SMK.

“Di Kota Yogyakarta SMKN 1 dan SMAN 9 yang dipilih sebagai uji coba pembelajaran tatap muka. Kemudian di Sleman ada SMKN 1 Depok” kata Didik, Selasa (23/3).

Mengenai waktunya, Didik mengatakan dari koordinasi dengan Dinas Kesehatan, disepakati uji coba digelar usai seluruh tenaga pendidik di 10 sekolah yang berjumlah 800 orang selesai di vaksin tahap kedua.

Sebelumnya mereka mendapatkan vaksin dosis pertama pada 19 Maret lalu dan 14 hari kemudian atau tepatnya di tanggal 2 April dijadwalkan penyuntikkan dosis kedua.

“Dinkes menyatakan perlu 28 hari dari penyuntikan pertama agar tercipta imunitas. Karena itu kita mulai pada pertengahan April,” ujarnya.

Dalam perencanaan, nantinya tidak semua siswa mengikuti proses pembelajaran tatap muka. Kemungkinan besar separuhnya saja dengan durasi waktu belajar 3 jam dan diatur sistem masuk keluarnya siswa.

Sekretaris Kadarmanta Baskara Aji kepada mengatakan Pemda DIY memberikan lampu hijau bagi pembelajaran tatap muka tingkat perguruan tinggi pada Juni nanti.

“Kebijakan mengenai hal ini akan diatur melalui peraturan daerah (Perda). Dinas pendidikan sekarang berkoordinasi dengan pengelola perguruan tinggi untuk realisasinya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mendukung kebijakan Pemda mengizinkan kampus memulai pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini bakal meningkatkan kualitas pendidikan dan juga mendukung perekonomian.

“60 persen produk domestik regional bruto (PDRB) DIY bertumpu pada sektor pendidikan dan pariwisata. Pandemi ini berdampak besar bagi perekonomian karena dua sektor utama ini menurun tajam,” tulis Huda.

Tapi Huda menyatakan pihaknya tidak ingin pembukaan kuliah tatap muka ini meningkatkan kasus Covid-19 di DIY. Karenanya pihak kampus diminta betul-betul mempersiapkan metode pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan hingga sarana prasarana serta berkoordinasi dengan warga sekitar kampus maupun stakeholder.(set)