Kamis, 30 April 2026
Koran Jogja

Apakah AC atau Pendingin Ruangan Membuat Sakit? Berikut Penjelasannya

Apakah AC atau Pendingin Ruangan Membuat Sakit? Berikut Penjelasannya. (pixabay)
Apakah AC atau Pendingin Ruangan Membuat Sakit? Berikut Penjelasannya. (pixabay)

Koran Jogja – Pada siang hari saat musim kemarau yang panas, tentu masuk dalam ruangan dengan fasilitas AC atau pendingin ruangan, akan terasa melegakan.

Tubuh akan menjadi dingin, keringan reda, hingga semuanya terasa lebih mudah. Namun perubahan yang mendadak dari panas ke dingin ini, bisa menjadi berbahaya.

Tidak sedikit orang yang sakit kepala, hidung tersumbat, hingga tenggorokan gatal, setelah lama berada di ruangan dengan AC.

Jadi, AC bisa membuat orang sakit? Tentu tidak secara langsung. Namun, cara penggunaan, perawatan, dan dampaknya bagi tubuh, bisa secara senyap memengaruhi kesehatan.

Perubahan suhu secara tiba-tiba

Disadur dari times of India, tubuh manusia bekerja paling baik, ketika mengalami perubahan secara bertahap.

Namun, saat pindah dari tempat yang panas di luar ruangan dan ke ruangan yang sangat dingin, tubuh pun sulit menyesuaikan diri dengan cepat.

Konsultan Utama – Pulmonologi dan Perawatan Intensif, Rumah Sakit Manipal Yelahanka Dr. Bharath Chhabria mengatakan AC memang tidak menimbulkan sakit secara langsung.

Namun, masalah yang paling umum adalah transisi cepat dari udara dengan cuaca yang panas ke ruangan yang sangat dingin.

Bharath menjelaskan, kondisi itu bisa memperburuk pernapasan, semisal mengi atau sensitivitas sinus.

“Bagi beberapa individu, menyebabkan sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan nyeri badan,” katanya.

Udara kering: iritan tak terlihat

AC memiliki peran lebih dari sekadar menginginkan ruangan. Namun, juga menghilangkan kelembapan.

Kondisi ini seiring waktu membuat lingkungan yang ada di dalam ruangan kering, sehingga memengaruhi tubuh secara halus.

Dr. Chhabria mencatat masalah lain adalah udara kering. Berada di lingkungan ber-AC dalam waktu lama dapat menyebabkan kekeringan, dehidrasi, dan iritasi pada saluran hidung dan pernapasan.

“Kondisi itu terjadi, jika asupan cairan yang cukup tidak dijaga,” katanya.

Chhabria mengatakan, udara yang kering ini berisiko menyebabkan tenggorokan kering, saluran hidung yang iritasi, dehidrasi ringan, dan batuk berkepanjangan. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply