Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Gandung DPR RI Tegaskan Wayang Kulit Budaya Bangsa

 

Bantul, Koran Jogja – Anggota Komisi IX DPR RI Gandung Pardiman mengutuk pernyataan memusnahkan wayang kulit adalah langkah tak beradab. Wayang adalah budaya bangsa dan berperan penting dalam penyebaran Islam.

Gandung menegaskan wayang kulit merupakan seni budaya asli Indonesia yang menjadi tontonan dan tuntunan kepada masyarakat yang menyaksikan maupun mendengarnya.

“Wayang kulit itu tontonan sekaligus tuntunan yang mengajarkan berbagai hal dalam kehidupan. Sehingga upaya pemusnahan wayang kulit merupakan langkah tak beradab,” tegas Gandung di Bantul, Kamis ( 17/2).

Tidak hanya sebagia karya budaya luhur masyarakat Jawa. Gandung mengatakan wayang kulit berperan penting dalam penyiaran agama Islam, tidak hanya Jawa namun Indonesia

Ada sebelum Islam masuk ke Indonesia, wayang sudah ada dan menjadi wahana hiburan bagi masyarakat saat itu.

Karena itu Wali Songo memanfaatkan wayang kulit sebagai sarana berdakwah menyebarkan agama Islam di Nusantara dan ternyata berhasil. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia.

“Sunan kalijaga berhasil menyebarkan agama Islam di Jawa dengan perkembangan yang sangat pesat karena menggunakan media wayang kulit. Sunan Kalijaga mengembangkan wayang purwa, yakni wayang kulit bercorak Islam,” ungkap Gandung, politisi Partai Golkar dapil DIY.

Wayang kulit dianggap berhasil sebagai media dakwah dan syiar Islam karena menggunakan pendekatan psikologi, sejarah, pedagogi, hingga politik.

Wayang kulit merupakan produk budaya yang telah ada sebelum Islam berkembang di Pulau Jawa.

Ketua DPD Golkar DIY melanjutkan budaya ke-Islaman dalam wayang kulit purwa tak hanya dijumpai pada wujudnya, tetapi juga pada istilah-istilah dalam bahasa padhalangan, bahasa wayang, nama tokoh wayang, dan lakon atau certa yang dipergelarkan. Contohnya dua kalimat syahadat dalam pewayangan disebutkan Kalimasada.

Sebagai penggemar wayang kulit, Gandung menyatakan dengan tegas menolak adanya upaya pemusnahan wayang kulit.

Seharusnya sebagai bangsa berbudaya seharusnya berupaya melestarikan seni budaya asli Indonesia tersebut agar tidak punah dengan memberikan dukungan adanya regenerasi dalang wayang kulit.

“Kita justru mendukung adanya pendidikan pedalangan dan pelatihan dalang yang memunculkan dalang – dalang cilik untuk melestarikan wayang kulit,” harapnya

Sebagai pengemar wayang kulit, Gandung menceritakan sebelum pandemi setiap tahun pasti mengelar pentas wayang di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Di tengah pandemi, Gandung juga membantu para dalang untuk tetap pentas. Salah satunya almarhum Ki Seno Nugroho dengan wayang climen.

Berlakukan PPKM level 3 di DIY juga berdampak pada rencana mengelar wayang kulit di Kecamatan Imogiri, Bantul. (Set)

Leave a Reply