Gunungkidul, Koran Jogja – Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, kembali menghadirkan Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 dengan tema Simfoni Taman Bumi, Sabtu (19/7/2025).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Oneng Windu Wardana mengatakan jika penyelenggara event specta yang digelar di Amphitheater Embung Nglanggeran, Patuk, pada 18–20 Juli 2025.
“Kegiatan ini bertujuan agar keberadaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark semakin dikenal luas, baik nasional maupun internasional,” kata Windu saat dihubungi melalui telepon Senin (21/7/2025).
Dia mengatakan event ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dana Keistimewaan melalui urusan tata ruang satuan ruang strategis Gunung Sewu, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.
Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 tahun ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025
Windu mengatakan dengan adanya acara ini diharapkan bisa melestarikan geodiversity dan biodiversity Gunung Sewu UNESCO Global Geopark; Menumbuhkan kesadaran masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya pelestarian kawasan Geopark; memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM dan Geo Produk lokal; Menginspirasi generasi muda melalui edukasi dan lomba kreatif bertema Geopark.
“Harapannya geopark tetap lestari,” ucap Windu.
Dalam acara ini juga diharapkan masyarakat turut menjaga warisan bumi yakni geopark yang sudah diakui dunia. Menurut Unesco, Geopark adalah sebuah kawasan dengan fenomena-fenomena geologi mengagumkan, tidak hanya geologi, akan tetapi juga meliputi arkeologi, ekologi, dan budaya.
Event Night Specta Vol. 7.0 untuk memperkenalkan kekayaan geologi dan budaya lokal Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Kegiatan ini diawali dengan lomba poster Geopark tingkat SMP dan SMA, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon, kesenian lokal, talk show, hingga konser gamelan orkestra. menghadirkan musisi lokal jogja diantaranya Letto, Hasan, hingga musisi lokal Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Event ini bukan hanya ajang seremonial, tapi menjadi motor penggerak kemajuan pertanian dan pariwisata di Gunungkidul,” ujarnya.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan 50.000 batang bibit kakao kepada kelompok tani di wilayah Patuk, Ponjong, Karangmojo, Playen, dan Panggang, untuk mendukung program peremajaan tanaman di lahan seluas 50 hektar. (*)
Baca artikel lainnya:
