Yogyakarta, Koran Jogja – Tidak ingin terus-menerus berada di zona nyaman, Dagadu Djokdja memutuskan terjun ke pasar fashion internasional dengan mengusung konsep serta memperkenalkan alam dan budaya Indonesia.
Direktur PT. Aseli Dagadu Djokdja Mirza Arditya mengatakan pihaknya telah menghadirkan merek ‘DGD’ untuk memperluas pasar fashion nasional maupun internasional.
“Dagadu sudah hadir sejak 28 dan menjadi brand lokal yang menjadi ciri khas Yogyakarta. Kami menilai menggarap pasar koas itu gampang karena kami sudah berpengalaman,” jelasnya, Sabtu (30/4) saat pembukaan ‘Dagadu Mangkubumi’.
Dengan mengusung konsep alam dan budaya Indonesia, timnya diminta mendalami berbagai kebudayaan dan alam yang ada di Indonesia guna mengetahui lebih dalam ciri khas masing-masing untuk kemudian dituangkan dalam desain produk yang unik namun otentik.
“Kami juga tidak akan lupa mengeksplor alam Yogyakarta sebagai tema. Tidak hanya alam, namun masalah sosial dan kondisi masyarakat juga akan menjadi ide dalam desain kami,’ jelasnya.
Ia menyatakan Dagadu yang telah melahirkan merk ‘DGD’ berkeinginan mengusung konsep fashion yang mengeksplor budaya dan alam Indonesia untuk diperkenalkan ke dunia. Jadi tidak hanya Yogyakarta saja yang nantinya dijadikan konsep.
Karenanya, “Tim kami beri kebebasan mencari ide dengan jalan-jalan ke mana saja. Tidak hanya di belakang meja. Kalau di bisnis kaos, kami menilai itu terlalu gampang karena kami adalah pemain lama yang sudah 28 tahun hadir sebagai produk lokal Yogyakarta,” lanjutnya.
Sebagai langkah awal, Mirza mengatakan pihaknya saat ini sudah diajak berkolaborasi dengan berbagai merek nasional dan internasional untuk mendesain produk yang unik. Hal ini sebagai dampak kenakalan, keusilan dan kreativitas timnya yang memplesetkan berbagai merek itu.
“Salah satunya Bayer, produsen medis kelas dunia mengajak kami berkolaborasi untuk menghadirkan promosi yang mengusung lokalitas,” katanya.
Tidak hanya itu, selain bermain di segmen kaos, Mirza menyatakan pihaknya juga memperluas bisnis fashion dengan memproduksi jaket, kemeja flanel, tas serta berbagai pernak-pernik fashion yang bisa dijadikan wisata saat berkunjung ke Yogyakarta.
Selain enam gerai di Yogyakarta, saat ini tiga gerai lainnya sudah tersebar di Jakarta, Malang dan Surabaya. Dalam waktu dekat, Dagadu juga akan merilis ulang secara terbatas desain-desain produk yang dulu laris manis.
Kehadiran gerai keenam menurut Mirza mengusung konsep yang berbeda. Tidak hanya menyediakan produk fashion, namun juga menyediakan cafe shop yang dinamakan ‘Lokio’ yang berarti mata dalam Bahasa Italia.
Di gerai ini, untuk pertama kalinya juga Dagadu Djokdja menghadirkan kedai gelato yang diberi nama Dagadu Gelato by Massimo.
Brand gelato ternama dari Bali, Massimo Gelato menawarkan berbagai varian rasa dan kualitas yang ditawarkan dari brand yang sudah sangat dikenal oleh para wisatawan ke Bali. (Set)
