PSS Sleman Gelar Doa Bersama Suporter

by

Sleman, Koran Jogja – Laga perdana PS Sleman di Liga 1 tinggal menghitung hari. Sebelum itu, PS Sleman menggelar kebiasaan yang sudah tidak dilakukan selama 2 musim terakhir. Kebiasaan tersebut adalah doa bersama suporter yang dilaksanakan di Omah PSS pada Minggu (29/08/2021) sore.

Dipimpin oleh ustad Gus Maktuf Salafi, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Wedomartani, Ngemplak, kegiatan yang berlangsung khusyuk itu diikuti oleh suporter dari Brigita Curva Sud dan Slemania.

“Tantangan yang akan kita hadapi cukup berat ke depannya. Kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan dulu seperti pengajian dan doa bersama ini harus kita hidupkan kembali. Karena kita pasti butuh hal seperti ini untuk menguatkan tim dan manajamen juga,” ujar Direktur Utama PT Putram Sleman Sembada (PT PSS), Marco Gracia Paulo didampingi oleh Direktur Operasional, Hempri Supriyatna.

Doa bersama bagi para pemain, lanjut Marco Gracia Paulo, sangat berarti. Tak lain dengan harapan PS Sleman diberikan kekuatan dalam menghadapi rintangan dan tantangan yang cukup berart di BRI Liga 1 2021-2022.

“Saya juga berharap supporter bisa tetap mendukung kita melalui doa ini dan tetap menonton PS Sleman meskipun dari rumah. Saya juga berharap Sleman fans dapat berjuang bersama seperti slogan kita yaitu “Fight together, Glory forever,”. tutupnya.

Ia juga berpesan agar supporter dapat terus mendukung dan berjuang bersama PS Sleman dari rumah masing-masing.

Sedangkan perwakilan dari BCS, Jaguar Tominangi menilai doa bersama ini perlu dilakukan, terlebih dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

“Doa bersama ini akhirnya kembali kita lakukan setelah 2 musim tidak. Tujuan kegiatan ini sendiri agar PS Sleman diberikan kekuatan dan kelancaran yang jelas semua pemain diberikan kondisi kesehatan yang baik hingga kompetisi berakhir,” ujar Jaguar Tominangi, perwakilan dari supporter PS Sleman di Omah PSS Minggu (29/08/2021) sore.

Menurut Jenggo, sapaan akrabnya, meski tim sudah berangkat ke Jakarta namun suporter tetap bisa mendukung lewat doa. Begitu juga masyarakat Sleman memberikan dukungannya di rumah dengan cara masing-masing. (rls)