Angkasa Pura I Gelar Konser Virtual Sumpah Pemuda di Bandara Internasional Yogyakarta

by

Kulonprogo, Koran Jogja – PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan Konser Virtual Sumpah Pemuda 2020 di Bandara Internasional Yogyakarta untuk menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020. Selain untuk membangkitkan semangat persatuan Indonesia bagi seluruh generasi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum bangkitnya pariwisata dan perekonomian Indonesia.

“Konser Virtual Sumpah Pemuda di Bandara Internasional Yogyakarta yang bertajuk ‘Dari Yogyakarta untuk Indonesia’ ini merupakan konser virtual pertama di Indonesia yang diadakan di bandara. Konser ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat persatuan Indonesia dan diharapkan menjadi momen kebangkitan pariwisata dan perekonomian Indonesia yang terpukul sejak awal tahun ini akibat pandemi Covid-19,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Kamis (29/10).

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan acara, lanjut Devy Suradji, karena Yogyakarta merepresentasikan wadah beragam budaya di mana kearifan lokal, ragam karya seni, dan budaya sangat dijunjung tinggi. Hal tersebut juga terepresentasi pada Bandara Internasional Yogyakarta yang di dalamnya terdapat beragam karya seni yang terpampang di beberapa titik di area terminal dan sisi darat. Berbagai karya seni tersebut berfungsi sebagai media apresiasi terhadap nilai budaya lokal dan masyarakat desa yang wilayahnya digunakan untuk dibangun menjadi Bandara Internasional Yogyakarta. Terdapat kurang lebih 15 karya seni yang menghiasi beberapa titik YIA di mana 5 karya seni dinamai dengan 5 nama desa yang wilayahnya digunakan untuk YIA yaitu Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran, dan Glagah.

Adapun 10 karya seni sisanya yaitu Patung Hamemayu Hayuningrat di area gerbang masuk YIA, Patung Bedhaya Kinjeng Wesi di area terminal keberangkatan, pop-up relief “Jogja on the Move”, Patung Among Bocah di area terminal, Patung Tetanduran yang membungkus pilar-pilar terminal, relief craft yang berada pada sebagian dinding terminal, pop-up relief “Among Tamu Dagang Layar”, Lawang Papat yang menempel pada sebagian dinding terminal, Semar Tinandu yang mengemas signage YIA di gerbang masuk bandara, serta Bale Kambang, yaitu gazebo yang terletak di dua sisi area bandara.

Selain wadah untuk kesenian, Bandara Internasional Yogyakarta juga merupakan wadah bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal ini ditunjukkan melalui penyediaan Galeri UMKM di bandara terbesar di Indonesia bernama Pasar Kota Gede dengan luasan mencapai 1.513 meter persegi untuk merangkul sekitar 300 hingga 600 UMKM lokal Yogyakarta dan sekitarnya. Upaya ini merupakan wujud kontribusi perusahaan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *