BIN dan Dinkes Vaksinasi Pelajar di Gunungkidul

by

Gunungkidul, Koran Jogja – Vaksinasi tahap kedua untuk pelajar di Gunungkidul mulai dilaksanakan. Badan Intelejen Negara (BIN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan memulai vaksinasi pelajar tahap kedua dengan melaksanakannya di SMP N 2 Wonosari.

Koordinator BIN wilayah Gunungkidul, Toto Sugito mengatakan, Upaya ini dilakukan untuk mendorong percepatan vaksinasi di Kabupaten Gunungkidul. Sasarannya sebanyak 310 pelajar.

“ Vaksinasi menyasar 310 pelajar. Sebagai upaya untuk mendorong peningkatan capaian vaksinasi di Gunungkidul. Karena pada akhir Juli lalu angka capaianya masih rendah. Kini untuk di Gunungkidul sudah mengalami peningkatan jumlah warga yang divaksinasi,” kata Koordiator BIN Yogyakarta Totok Sugito di sela-sela vaksinasi di SMPN 2 Wonosari, Kamis (12/08/2021).

Dikatakannya, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua terhadap pelajar ini juga menjadi prioritas percepatan karena sesuai dengan keinginan Presiden RI agar pembelajaran tatap muka segera bisa dilaksanakan. Namun sampai saat ini capaiannya memang masih rendah.

Toto mengatakan, emerintah menargetkan agar hingga tanggal 1 Desember 2021 nanti capaian vaksinasi tersebut mencapai 70 persen. Pihaknya yakin sebenarnya angka 70 persen tersebut tentu akan tercapai dengan beberapa catatan. di Gunungkidul ini memiliki kendala geografis. Capaian untuk vaksinasi lansia ada beberapa kendala seperti tidak ada yang bisa mengantar dan lain sebagainya.

“ Sehingga akhirnya dipilih untuk pelaksanaan vaksinasi di lingkungan sekolah. Selain itu sebelumnya digelar dengan sasaran di pondok pesantren,” kata Toto.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro menuturkan jika saat ini memang telah angka vaksinasi tahap pertama untuk kalangan pelajar masih rendah. Di mana saat ini angka capaian vaksinasi pelajar baru sekitar 11,8 persen target dari 59.143 orang.

“Basis datanya dari Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil,” kata Sumitro.

DIkatakannya, minimnya vaksinasi ini karena SDM nakes yang terbatas, dan sempat adanya minimnya vaksin. “Jika vaksin sudah datang langsung bisa disuntikkan, kita siap,” kata dia. (mar)