Selasa, 23 April 2024
Koran Jogja

BPPTKG Nyatakan Merapi Masuki Fase Erupsi 2021

Yogyakarta, Koran Jogja – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, menyatakan Gunung Merapi memasuki fase awal erupsi 2021. Keberadaan lava pijar sejak 31 Desember sampai 4 Januari adalah bukti magma sudah di permukaan.
Hal ini disampaikan Hanik saat conference virtual Selasa (5/1).

“Berdasarkan CCTV dan thermacam, guguran yang terjadi terus menerus sejak 31 Desember merupakan guguran material yang disebabkan desakan magma yang sudah sampai ke permukaan,” katanya.

Keberadaan magma di permukaan ini tidak terlepas dari proses panjang pasca erupsi 2010. Dimana di medio 2012-2014, dapur magma yang kosong mulai terisi dan naik ke conduit dalam hingga ke kantong magma di permukaan.

Data Seismitas mencatat selama proses magma dari conduit dalam ke kantong magma, terjadi rentetan gempa dangkal dan gempa yang terus meningkat serta letusan freatik beberapa kali.

Proses naikanya magma ke permukaan (ekstrusi) menghasilkan kubah lava yang sejak 2010 hilang. Pertumbuhan kubah lava ini disertai keluarnya magma bersama guguran lava yang merupakan campuran material lama serta baru.

“Beda dengan menjelang erupsi 2006, dimana gempa dalam dan dangkal menurun seiring pertumbuhan lava. Erupsi di 2021 yang ditandai kemunculan kubah lava akan disertai kegempaan baik dalam maupun vulkanik dan deformasi,” lanjutnya.

Melalui citra satelit, BPPTKG juga menginformasikan keberadaan gundukan di puncak, yang diduga kuat adalah kubah lava, memungkinkan BPPTKG melakukan pengukuran volume magma yang di permukaan.

Dengan jarak luncuran awan panas terjauh 150 meter, BPPTKG belum akan mengubah status dari Waspada ke Awas, karena guguran belum membahayakan masyarakat.

Namun Hanik mengimbau kabupaten di lereng Merapi (Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten) menyiapkan segala sesuatu terkait mitigasi. Demikian juga kegiatan penambangan pasir dan aktivitas wisata di kawasan rawan bahaya (KRB) 3 Km dihentikan.(set)