Koran Jogja – Cara mengetahui orang yang berpura-pura bisa dilihat dari sejumlah tanda halus bahasa tubuh.
Bahasa tubuh diketahui bisa lebih banyak bicara daripada kata-kata. Berikut ini merupakan tanda halus yang didukung psikologi yangh bisa membantu mengenali ketidaktulusan dalam sehari-hari.
Senyum tidak mencapai mata
Orang yang benar-benar bahagia dan tersenyum akan memperlihatkan mata yang rileks dan berbinar.
Namun jika hanya pura-pura senyum, maka mata mereka tak mempunyai emosi. Ini adalah indikator besar dari senyum palsu.
Pipi yang tidak terangkat serta tidak ada kerutan di dekat mata merupakan senyum yang dipaksakan.
Terlalu sering kontak mata atau menghindarinya
Kontak mata menunjukkan banyak hal mengenai kepercayaan dan kejujuran. Tetapi jika seseorang pura-pura tulus, mungkin tidak melakukannya dengan benar.
Mereka yang berpura-pura akan menatap terlalu intensi untuk menunjukkan percaya diri atau menghindari kontak mata sama sekali.
Ini menandakan ketidaknyamanan atau ketidakjujuran. Psikologi menyebut terlalu banyak kontak mata bisa terasa manipulatif. Sedangkan tidak sama sekali, bisa membuat merasa terputus.
Kuncinya itu keseimbangan. Jika tatapan seseorang terasa tidak wajar, dipaksakan, atau tak konsisten, maka mungkin itu cara menutupi perasaan yang sebenarnya.
Ekspresi dan kata-kata tidak cocok
Ketika ada orang berkata, “aku sangat bahagia untukmu’ tapi ekspresi wajah atau mata menunjukkan sebaliknya, itu adalah tanda bahaya.
Emosi tulus tercermin pada wajah secara otomatis dan cocok dengan kata-kata. Orang yang pura-pura mungkin menunjukkan ekspresi yang tak sesuai.
Mereka bisa tersenyum saat membicarakan kabar buruk atau tidak berekspresi saat memberi selamat kepada Anda. (*)
Baca artikel lainnya:
