Dari Jogja, Pundi Targetkan Naikkan Elektabilitas Puan

by

Yogyakarta, Koran Jogja – loyalias dan pendukung Puan Maharani berjanji bakal menaikan elektabilitas di survei nasional melalui pendekatan masyarakat tingkat bawah. Tergabung dalam organisasi Puan Untuk Indonesia (PUNDI), loyalis ini bakal mendatangi para tokoh-tokoh di daerah yang terabaikan.

Dalam jumpa pers di Kota Yogyakarta, Sabtu (20/11) Ketua Umum DPP Pundi Ery Agus Bernadhy menyampaikan organisasinya merupakan non partisan yang bukan berasal dari kader partai.

“Namun terbuka bagi siapapun dari seluruh anak bangsa dengan tujuan bekerja membangun negeri secara bersama sama. Pundi mendukung Puan Maharani maju sebagai calon presiden (Capres),” jelasnya.

Bernad bersama pendukung yang tersebar di enam provinsi meyakini Puan merupakan calon pemimpin nasional yang pro rakyat, memiliki integritas kerakyatan, kebangsaan yang kuat, amanah dan siap memajukan serta mampu mensejahterakan rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, dari berbagai cerita para pengemudi mobil mewah yang biasa digunakan pejabat saat berkunjung ke daerah. Puan dikenal sebagai sosok yang biasa mengajak ngobrol dan menanyakan kabar pengemudi.

“Dari cerita-cerita itu, saya benar-benar merasakan beliau adalah sosok Ibu yang ngayomi sampai perlu ngobrol dengan supir. Ini benar-benar menjadi landasan saya mendukungnya sebagai Capres,” ujarnya.

Untuk meningkatkan elektabilitas Puan di berbagai survei nasional, Bernad menyampaikan dirinya beserta anggota Pundi akan menemui tokoh-tokoh budayawan maupun masyarakat yang terabaikan.

“Yang terabaikan om, bukan tokoh yang terkenal atau gimana. Kami melakukan seperti itu supaya membawa nama beliau (Puan) terangkat mulai tingkat bawah,” ucapnya.

Meski Puan PDIP, Bernad mengatakan gerakan Pundi beda. Ia menganalogikan PDIP dan Pundi ini dengan rel ganda. Rel ganda PDIP memiliki stasiun Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Sedangkan rel Pundi berpusat di stasiun Puan Maharani.

“Kami memulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta karena ini adalah Indonesia Mini. Banyak pergerakan nasional yang embrionya berasal dari Yogyakarta. Kami ingin meniru semangat itu,” kata Bernad.(Set)