Delapan Spa dan Salon Ditutup Paksa Polda DIY

by

Sleman, Koran Jogja – Tim “Satgas Aman Nusa II” gabungan dari personel Polda DIY, Korem 072 Pamungkas dan Satpol PP menindak tegas delapan salon dan spa yang masih kedapatan beroperasi pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

“Pada Minggu malam (11/7), tim melaksanakan patroli dan menemukan tempat hiburan berupa salon atau spa terindikasi buka,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto, Senin (12/7).

Kedelapan lokasi yang didatangi petugas gabungan ini berada di Sleman enam titik, Kota Yogyakarta dan Bantul masing-masing satu titik.

Dalam operasi itu, tiga dari delapan tempat yang disasar berinisiatif menutup jam operasional dan sisanya yaitu lima tempat kedapatan masih buka sehingga petugas melakukan penutupan disusul penyegelan tempat usaha.

“Mereka melanggar Instruksi Gubernur DIY No 1 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di DIY. Pada diktum kesembilan huruf f dengan tegas menyatakan ‘tempat hiburan, karaoke, salon, spa, dan sejenisnya ditutup sementara’,” jelasnya.

Polisi telah memasang garis polisi dan keterangan di lima lokasi yang ditutup paksa itu dan pengelola akan diberi sanksi tegas.

Kepala Satpol PP Pemda DIY, Noviar Rahmad menyatakan 11 hari pelaksanaan PPKM Darurat pihaknya telah menutup 630 tempat usaha, pembubaran kerumunan di 419 titik karena menyediakan makanan di tempat, dan 32 tempat usaha disegel karena mengulangi pelanggaran.

“Data ini merupakan hasil pemantauan Satgas Penanganan Covid-19 DIY, belum termasuk pelanggaran hasil pemantauan Satgas Penanganan Covid-19 gabungan dari DIY dan satgas di kabupaten dan kota,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan mobilitas warga di DIY hanya turun 15-16%. Gubernur DIY menargetkan mobilitas warga bisa turun sampai di angka 30%.

Sebagai upaya menekan mobilitas, Dishub melakukan penyekatan mulai pukul 20.00-05.00 WIB di banyak ruas jalan penting. Beberapa jalan penting juga diberlakukan penyekatan selama 24 jam.

“Kami meminta masyarakat bersama-sama memahami PPKM Darurat bertujuan mengurangi kerumunan karena kerumunan salah satu potensi penularan Covid-19,” ucapnya.(set)