Diminta Gunakan Masker, Warga Kulonprogo Malah Hajar Polisi

by

Bantul, Koran Jogja – Tidak terima dengan himbauan agar menggunakan masker, WW (26) warga Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta menghajar petugas dari Polsek Pandak yang mengingatkan.

Kejadian pemukulan petugas yang tengah mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19 ini terjadi di Pasar Burung Jodhog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul pada Rabu (16/6).

“Anggota yang mengalami pemukulan yaitu Kanit Binmas Ipda Tetepana,” kata Kapolres Bantul AKBP Ikhsan saat jumpa pers Rabu (23/6).

Aksi pemukulan ini berawal saat Ipda Tetepana bersama timnya melakukan sosialisasi penerapan Prokes. Saat melihat WW tidak menggunakan masker, Ipda Tetepana memintanya mendekat guna diberi masker untuk segera dikenankan.

“Ternyata WW ini tidak terima dan langsung melayangkan pukulan ke wajah korban. Pelipis sebelah kiri korban mengalami memar dan bengkak,” jelasnya.

Jelas saja kejadian ini perhatian warga yang di pasar dan seketika langsung mengamankan WW. Dugaan awal, pelaku melakukan aksi itu karena tidak tak percaya dengan Covid-19 hingga emosi saat diminta mengenakan masker.

“Kemungkinan besar karena tidak percaya Covid-19, dia merasa hebat dengan tidak menggunakan masker,” ucap Kapolres Ikhsan.

WW sendiri kepada wartawan menyatakan dirinya sengaja menghajar petugas karena saat itu yang diminta mengenakan masker hanya dirinya seorang. Padahal saat itu banyak yang tidak menggunakan masker.

“Kok cuma saya, lainnya juga tidak pakai masker. Saya emosi, lalu saya tinju sekali. Saya sebenarnya percaya Covid-19 itu ada, buktinya saya membawa masker namun saya kantongi,” katanya.

WW oleh kepolisian dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

AKBP Ikhsan sendiri diakhir jumpa pers mengatakan bagi masyarakat yang menghalangi dan melawan petugas akan ditindak tegas. Pasalnya saat ini penyebaran Covoid-19 menganas dan Bantul masuk zona merah.(set)