Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

Festival Budaya Lereng Merapi Tahun 2023 di Hargobinangun, Merawat Budaya dan Kekayaan Alam

Festival Budaya Lereng Merapi Tahun 2023 di Hargobinangun, Merawat Budaya dan Kekayaan Alam. (Ist)
Festival Budaya Lereng Merapi Tahun 2023 di Hargobinangun, Merawat Budaya dan Kekayaan Alam. (Ist)

Para pengunjung di pasar kangen ini tidak hanya mencicipi kuliner khas yang disajikan. Namun juga bisa menambah wawasan mengenai kekayaan alam budaya.

Kemudian jug ada pertunjukan sendratari oleh kelompok Sanggar Wahyu Manunggal yang terdiri dari 15 SD 20 yang berada di kalurahan tersebut.

Sendratari ini menggambarkan sejarah bergabungnya 3 Kalurahan pada Tahun 1946 menjadi 1 kelurahan yaitu kelurahan Hargobinangun atas maklumat dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Amin mengungkapkan, sendratari ini menceritakan mengenai dinamika kehidupan yang ada di tiga kelurahan lama.

“Tiga kelurahan itu, yakni Kelurahan Lama Kaliurang, Kelurahan Lama Purworejo, dan Kelurahan Lama Pandanpuro,” katanya.

Dulunya, masyarakat yang ada di Kalurahan Lama Kaliurang banyak yang berprofesi sebagai penambang dan petani kebun yang masih tradisional.

Sedangkan masyarakat di Kalurahan Lama Purworejo dan Kelurahan Lama Pandanpuro menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam.

Selama tiga keluarahan ini belum bergabung, kesejahteraan masyarakat yang kurang merata, tata pemerintahan yang kurang baik, kurangnya keakraban dan persaudaraan, serta kesulitan mengorganisir masyarakat jika terjadi bencana alam.

Pemda DIY kemudian menghadirkan maklumatkan menggabungkan ketiga kelurahan lama tersebut menjadi satu kelurahan yaitu Kelurahan Hargobinangun.

Penggabungan ini memiliki tujuan supaya memudahkan masyarakat dalam hal administratif, tata pemerintahan, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan semakin terjalinnya persaudaraan dan sinergi membangun desa.

“Salah satu peserta yang turut tampil dalam acara Festival Budaya Lereng Merapi Sanggar Wahyu Manunggal, dengan menampilkan Tari Hargo Nyawiji koreografi Bimo Wiwohatmo,” Agustinus Antok, pengasuh Sanggar. (*)

Leave a Reply