Kamis, 25 April 2024
Koran Jogja

Tak Dukung Airlangga Capres, Kader Golkar DI Yogyakarta Bakal Dipecat

Yogyakarta, Koran Jogja – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman mengancam memecat kader yang tidak mendukung pengusulan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Penegasan ini disampaikan Gandung saat sosialisasi struktural hasil Rapimnas 2021 dan pelantikan pengurus Bappilu DPD Partai Golkar DIY pada Minggu (14/3).

“Dua hal yang sudah diputuskan dalam Rapimnas awal Maret lalu. Pertama Golkar harus ada di garis depan dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kita mendukung program Presiden Joko Widodo,” kata Gandung.

Kedua, bahwa Partai Golkar dalam Pemilu 2024 nanti wajib mengajukan Capres atau setidaknya calon wakil presiden (Cawapres) dari kader sendiri. Jika merujuk dalam Munas 2019, nama Ketua Umum Airlangga Hartarto sudah diusulkan oleh 34 DPD.

“DPD DIY resmi mendukung Airlangga sebagai pemimpin nasional. Beliau saat ini adalah calon tunggal terbaik untuk menjadi pemimpin nasional. Is the best for 2024,” katanya.

Karena sudah menjadi diputuskan oleh DPP Partai Golkar, Gandung meminta semua kader di DIY untuk mendukung pencalonan ini tanpa syarat dan wajib mensosialisasikan hingga ke tingkat bawah.

“Saya tegaskan, tidak satupun kader Golkar DIY yang keluar dari pilihan partai. Jika memang ada ketua mulai tingkat PAC sampai DPC mbalelo. Kita Plt kan saja, jangan sampai seperti Demokrat” tegas Gandung.

Menurut Gandung, keberhasilan menjadikan Airlangga sebagai pemimpin nasional pada 2024 adalah untuk kepentingan partai. Bukan untuk individu yang bersangkutan.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan keinginan Golkar memiliki Capres pada 2024 berdasarkan pengalaman pengalaman dua pemilu sebelumnya.

“ 2024 adalah momentum yang tepat karena bertepatan dengan 20 tahun kemenangan partai Golkar yang terakhir pada 2004. Kebangkitan sebuah komunitas atau organisasi biasanya akan terulang dalam kurun waktu 20-25 tahun,” katanya.

Meski nama Airlangga tidak masuk dalam beberapa survei nasional. Doli mengatakan hal itu wajar saja, pasalnya nama Airlangga baru muncul baru-baru ini atas aspirasi 34 DPD, 10 organisasi internal partai dan 5 dewan pengurus.

“Sebagai tim pemenangan pemilu partai, kami tidak akan membiarkan aspirasi dari kader ini menguap sebab ini adalah amanat. Dalam waktu dekat kami segera melakukan konsolidasi guna memenangkan partai dalam Pilpres, Pilleg maupun Pilkada serentak 2024,” ucap Ketua Komisi II DPR RI ini.(set)