Kebugaran Pemuda Indonesia Kritis, Menpora Ajak PT Teliti

by

Sleman, Koran Jogja – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan tingkat kebugaran pemuda Indonesia berada pada titik krisis. Pihaknya mengajak berbagai perguruan tinggi berkolaborasi dalam penelitian tentang hal ini.

“Penelitian di Jawa Tengah menemukan dari dua ribu pelajar sekolah menengah atas, hanya lima orang yang tingkat kebugarannya baik. Ini menjadi tantangan sekaligus keprihatinan,” jelasnya, Jumat (23/3).

Sebagai implementasi desain pembangunan kepemudaan nasional menggandeng perguruan tinggi dalam hal penelitian, analisi dan rekomendasi ke pemerintah. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi kampus pertama yang diajak kerjasama.

Ditandatangani bersama Rektor UGM Panut Mulyono, kerjasama penelitian, pengkajian dan rekomendasi kebijakan pembangunan bidang kepemudaan akan dilakukan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan dan berlaku empat tahun ke depan.

Menurut Menpora Amali, jika kondisi ini dibiarkan, keberadaan pemuda dalam konteks bonus demografi akan menjadi beban.

Juga dipastikan rendahnya tingkat kebugaran fisik tidak akan menghasilkan prestasi apa-apa dan kehilangan peluang mengisi dunia kerja.

Penelitian mengenai pembangunan bidang kepemudaan harus segera dilakukan. Ini sesuai dengan desain besar olahraga nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86/ 2021.

Selain penelitian pada pelajar, Menpora juga menyajikan data bahwa capaian nilai Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia di 2020 mencapai 51,00 atau turun sebesar 1,67 poin dari tahun 2019. Padahal target nilai IPP Indonesia di tahun 2024 sebesar 57,67.

“Rendahnya tingkat kebugaran, menghadirkan kekuatiran mereka tidak bisa mengisi pasar kerja yang tersedia karena fisiknya,” tegasnya.

Dari kacamatanya, kondisi ini memperlihatkan selama ini ada yang salah dalam sistem kesehatan, khususnya di sekolah. Jika di semua tingkatan sekolah ada senam kebugaran, tapi sekarang tidak ada.

“Gerakan semacam inilah yang akan kita dorong dengan melibatkan perguruan tinggi untuk meneliti dan memberikan rekomendasi,” paparnya.

Melalui kajian kepemudaan dan pelatihan diharapkan mendorong pemuda yang jumlahnya 25 persen dari total penduduk Indonesia lebih kreatif, inovatif, mandiri, memiliki daya saing dan kemampuan berwirausaha.

Rektor UGM Panut Mulyono menyambut baik kerja sama pendidikan, penelitian serta pemberdayaan kepemudaan dan olahraga.

Panut menginginkan kerjasama ini akan mendorong kegiatan kepemudaan dan mendorong capaian prestasi olahraga di tingkat internasional.

“Olahraga tidak lagi menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran saja. Namun olahraga menjadi alat diplomasi untuk bersaing dengan yang lain,” katanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *