Kemenkes Gelar Vaksinasi Penyandang Disabilitas dan Lansia

by

Sleman, Koran Jogja – Kementerian Kesehatan melakukan percepatan vaksinasi dengan menyasar sebanyak 10 ribu penyandang disabilitas dan kalangan lanjut usia (Lansia) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data menunjukan hanya 11 persen kalangan lansia di Indonesia yang sudah tervaksin.

Acara yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (17/6) ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi. Pelaksanaan vaksin gelombang pertama ini sudah dimulai pada 14 Juni dan berakhir akhir ini.

“Vaksinasi massal kali ini menargetkan vaksinasi kepada 10.000 penyandang disabilitas, lansia serta pekerja publik sektor pariwisata dan transportasi,” kata Oscar.

Melalui Kemenkes, pemerintah telah mulai melakukan vaksinasi terhadap kelompok penyandang disabilitas fisik dan mental pada tanggal 2 Juni lalu secara serentak. Para penyandang disabilitas menjadi prioritas penerima vaksin karena sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang rentan terpapar dengan Covid-19.

“Program vaksinasi kali ini yang menggunakan pendekatan teknologi dan juga ramah bagi penyandang disabilitas dan turut mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kami sangat mengapresiasi.” lanjutnya.

Secara keseluruhan, Oscar menyatakan pelaksanaan vaksin oleh kalangan swasta ini menunjukan pemerintah memberikan akses selebar-lebarnya bagi semua pihak untuk itu berpartisipasi dalam mempercepat vaksinasi.

Gerakan ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan pelaksanaan vaksinasi mencapai sejuta per hari. Pasalnya dari target orang tervaksin sebanyak 181,5 juta orang di Indonesia. Kemenkes mencatat sebanyak 20,6 juta orang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 11,6 juta mendapatkan vaksin dosis kedua.

“Kita belum mencatat berapa banyak warga penyandang disabilitas yang sudah mendapatkan vaksin. Sedangkan untuk kalangan lansia yang sudah tervaksin baru menembus angka 11 persen dari total jumlah,” jelasnya.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) Sleman Sukamto, mengaku bersyukur dengan keputusan pemerintah mengikutsertakan para penyandang disabilitas menjadi target prioritas penerima vaksin.

“Dengan program vaksinasi yang inklusif ini, kami berharap teman-teman disabilitas di DIY dapat semakin terlindung dari paparan virus Covid-19,” katanya.

Sukamto berjanji, organisasinya maupun dirinya bakal mengajak teman-teman disabilitas berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi nasional dan tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 karena vaksin ini efektif untuk menekan penyebaran virus.(set)