Krisis, Droping Air Bersih Mulai Dilakukan di Gunungkidul

by 3 months ago

Gunungkidul, Koran Jogja – Beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Droping air bersih pun telah dilakukan sejak dua minggu terakhir ini.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan droping air bersih ke daerah terdampak bencana kekeringan sudah dilakukan sejak dua minggu terakhir ini. “Bantuan droping air bersih terus dilakukan saat ini,” katanya.

Beberapa wilayah yang sudah dilakukan droping air bersih itu di antaranya Girisubo, Rongkop, dan Semanu. Edy memprediksi dampak dari bencana ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni dirasakan oleh ratusan ribu jiwa warga Gunungkidul. “Ada dana sekitar Rp700 juta untuk droping air bersih sampai November mendatang,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan ia mengimbau kepada warga supaya mengutamakan kebutuhan konsumsi terlebih dahulu ketika mendapat bantuan air bersih. “Utamakan untuk konsumsi,” katanya.

Dewi mengatakan salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni dengan mencuci tangan memakai sabun. “Terkait Covid bisa cuci tangan seperlunya atau diselingi Hand sanitizer,” kata Dewi.

Dewi hanya khawatir warga memakai air telaga yang sudah keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Warga memakai air telaga keruh yang perlu diwaspadai. Jangan sampai mandi gosok gigi cuci piring dengan air seperti itu,” ucapnya.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas menambahkan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus ini untuk wilayah DIY. Ia mengimbau kepada masyarakat supaya menjaga daya tahan tubuhnya dengan lebih banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Sebab, menurutnya cuaca nantinya akan lebih panas dan terik. “Puncak kemarau diprediksi Agustus ini,” ucapnya.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *