Lewat Pranata Anyar, Ekonomi DIY 2021 Tumbuh 6,14 Persen

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Program ‘Pranata Anyar Plesiran Jogja’ berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Triwulan pertama 2021, pertumbuhan ekonomi DIY menembus 6,14 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo di Kota Yogyakarta, Kamis (16/6).

“Pranata Anyar Plesiran Jogja merupakan satu dari dua strategi besar yang kita terapkan untuk membangkitkan ekonomi karena hantaman Covid-19,” kata Singgih.

Lewat Pranata Anyar, Pemda DIY menghadirkan aturan-aturan maupun pedoman baru dalam baru dalam penanganan Covid-19 bagi pelaku industri pariwisata.

Dirumuskan dari berbagai literasi, mulai anjuran dari pemerintah sampai badan kesehatan dunia. Singgih memaparkan Pemda DIY di Mei 2020 meluncurkan pedoman berwisata “Pranata Anyar Plesiran Jogja” yang harus dipatuhi pengelola obyek wisata maupun wisatawan.

“Strategi kedua adalah mempromosikan destinasi wisata DIY yang telah menerapkan protokol kesehatan ketat dengan tujuan mendatangkan wisatawan,” katanya.

Strategi kedua ini menurut Singgih ampuh menyakinkan wisatawan datang ke DIY, tentunya tidak dalam jumlah yang besar. Namun dibatasi 50 persen dari total kapasitas penginapan maupun objek wisata.

Kedua strategi ini menurut Singgih mampu menumbuhkan kembali perekonomian DIY yang sempat terpuruk pada angka minus 6,7 persen di triwulan pertama 2020.

“Di triwulan kedua tahun yang sama perekonomian DIY tumbuh 0,2 sekian persen dan triwulan ketiga mencatat pertumbuhan 0,1 persen,” jelasnya.

Lalu di triwulan keempat 2020, pertumbuhan ekonomi menembus angka 2,0 sekian persen dan hasilnya pada triwulan pertama 2021, pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 6,14 persen.

Pertumbuhan positif ini, menurut Singgih menjadi dorongan pelaku industri wisata untuk menggeliat lagi.

Salah satunya dalam waktu dekat ini akan dihadirkan dua program besar yaitu ‘Work From Jogja’ dan ‘Travel Koridor Domestik’.

“Kami optimis kedua program ini bakal meningkatkan lagi pertumbuhan ekonomi. Apalagi DIY memiliki modal atraksi, aksesibilitas, dan amenitas strategi,” katanya.(set)