Manfaat Ganda dari Investasi Surat Berharga Syariah di BPKH

by

Sleman, Koran Jogja – Calon jemaah haji yang melakukan investasi di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperoleh manfaat ganda. Selain imbal hasil untuk mencukupi dana keberangkatan hajinya juga memberikan mashlahat kepada masyarakat.

Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Abd Hamid Paddu, MA, mengatakan ada beberapa poin yang menjadi catatannya setelah membaca buku dari BPKH. Salah satunya yakni invetasi membeli surat berharga syariah baik dari pemerintah maupun korporasi memberi nilai manfaat ganda.

“Selain di imbal hasil, tapi juga untuk manfaat lainnya,” katanya dalam acara Workshop Bedah Buku BPKH dengan judul Investasi Surat Berharga BPKH yang diselenggarakan oleh BPKH dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, secara daring yang diikuti Koran Jogja, Jumat (26/3).

Hamid Paddu mengatakan, ketika membeli surat berharga syariah dari pemerintah maupun korporasi kemudian dananya dipakai untuk pembangunan. Semisal pembangunan guna menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Surat berharga negara masuk ke APBN. APBN dipakai untuk membangun Madrasah, membangun infrastruktur universitas. Pertumbuhan ekonomi kita bisa 5-6 persen,” katanya.

Hamid Paddu berkata, begitupula ketika membeli surat berharga syariah dari korporasi. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan ke arah mikro, misal menyasar kalangan ibu-ibu untuk difasilitasi.

Hamid Paddu mengatakan, dari buku tersebut juga menggambarkan bahwa investasi surat berharga syariah di BPKH mempunyai landasan yang kuat sekali. Karena nemiliki dasar hukum yang kuat dengan didukung aspek legalitas.

“Ini menjawab suatu literasi kepada masyarakat, berdasar amanah perintah Undang-undang, peraturan pemerintah, kemudian ada peraturan BPKH nomor 5. Artinya ini memberi informasi kepada masyarakat calon jemaah, insyaallah investasi sangat aman karena dasarnya ada,” katanya.

Hamid Paddu mengatakan, dengan adanya payung hukum maka juga memberikan kenyamanan dalam berinvestasi. Selain itu juga ada azas kehati-hatian dengan tingkat kegagalan hanya nol koma sekian persen.

Sekretaris Bidang Administrasi dan Keuangan Unit Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) FEB UGM, Aprilia Beta Suandi, Ph. D, mengatakan peran buku BPKH ini sebagai edukasi, sosialiasi, dan akuntabilitas BPKH.

“Edukasi keuangan Islam secara menyeluruh, tidak hanya terfokus pada BPKH. Kita diberi asupan yang lebih mendasar, investasi keuangan Islam,” ucapnya.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *