Koran Jogja – Kehadiran lebih dari 60 perguruan tinggi, Pemkab Bantul mengunjungi Pemkot Malang untuk mengadopsi tata kelola dan peluang menjalin kerjasama.
Selain memberi peluang ekonomi, keberadaan ribuan mahasiswa dinilai menjadi aset penting dalam pembangunan daerah.
Dipimpin langsung Bupati Abdul Halim Muslih, rombongan Pemkab Bantul bersama dengan 22 wartawan diterima Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Jumat (24/4).
“Bantul dan Malang memiliki latar belakang yang sama dengan riwayat panjang sebagai pusat berdirinya kerajaan besar di Jawa,” kata Halim memulai sambutannya.
Dengan Bantul menjadi lokasi pertama Kraton Ngayogyakarta dan Malang dengan berdirinya kerajaan Singosari seperti menjadi benang merah yang menghubungkan kedua daerah yang sama-sama mewarisi kebudayaan adiluhung.
Sebagai daerah penyangga lingkungan hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan seluruh sungai yang bermuara di Bantul.
Bumi Projotamansari saat ini terus berkembang, terutama dengan banyaknya kampus-kampus yang berdiri di Bantul.
“Kita sudah memiliki UAD, UMY, Alma Ata dan beberapa kampus besar lainnya. Sebentar lagi UIN Sunan Kalijaga juga bakal berdiri di Bantul. Kalau dihitung ada lebih 61 perguruan tinggi di Bantul,” ucap Bupati Halim.
Dengan jumlah ini, yang menurutnya melebihi jumlah kampus di Sleman bahkan Kota Yogyakarta yang mendapat julukan ‘Kota Pelajar’.
Bupati Halim melihat bakal ada tantangan besar terkait dengan keberadaan ribuan mahasiswa dan tentu saja tentang jalinan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada.
“Kota Malang dengan sejarah panjangnya dengan kehadiran banyak universitas, rasanya cocok untuk menjadi ruang belajar terkait manajemen tata kelola serta mengadaptasikannya ke Bantul,” lanjut Bupati.
Diwakili Sekda Pemkot Malang, Erik Setyo Santoso, menyebut kehadiran ribuan mahasiswai di lebih dari 70 perguruan tinggi memang berdampak pada optimalnya potensi daerah dan mendukung daya dongkrak ekonomi.
“Sebagai perbandingan, puluhan tahun lalu seingat saya wisuda hanya berlangsung setahun sekali. Sekarang setiap pekan selalu ada wisuda,” paparnya.
Kondisi ternyata mendukung sektor kuliner mau properti maju pesat serta memiliki banyak permintaan.
Terkait dengan peran perguruan tinggi, Erik menjelaskan Pemkot Malang lebih banyak menjalin kerjasama dalam bidang Tri Dharma. Salah satunya dengan meminta perguruan tinggi untuk menggelar KKN diperbanyak di wilayah Malang, bukan lagi dikirim ke luar daerah.
Demikian juga dengan mahasiswa, melalui program pemberdayaan masyarakat. Ribuan mahasiswa dikerahkan untuk membantu pemerintah terutama dalam menyusun, mengkoleksi dan mempresentasikan data-data terbaru kependudukan.
“Kita berhasil menyukseskan Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) yang bertujuan meningkatkan literasi dan tata kelola di 57 kelurahan,” pungkas Erik. (Ed)
