Menko Marves: PPKM di Yogyakarta Turun Menjadi Level 3

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan menyebut berdasarkan asesmen pada 18 Maret, Daerah Istimewa Yogyakarta turun ke level 3.

Selain itu, tedapat 20 Kabupaten/Kota yang turun ke level 2 dan ada 2 Kabupaten/Kota yang turun ke level 1 yaitu kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tuban.

“Saya kira, kalau saya lihat semua provinsi telah mengalami penurunan,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun demikian, Luhut menekankan supaya active case surveillance, testing, dan tracing harus kembali diperkuat serta akselerasi vaksinasi lengkap dan booster, terutama untuk lansia di daerah Jawa Bali masih terus harus dikejar.

Diharapkan vaksinasi booster di daerah Jawa Bali mencapai 30% sebelum lebaran.

Untuk laju vaksinasi Jawa Bali saat ini, minggu ke-III Maret 2022 mencapai sekitar 1.05 juta suntikan per minggu.

Luhut kembali menegaskan target laju vaksinasi booster (all) harus ditingkatkan hingga 4x lipat atau 4,17 juta per minggu atau 595 ribu per hari.

Luhut mengatakan penelitian waste water surveillance di DIY oleh tim UGM akan diusulkan.

Dimana waste water surveillance  oleh tim UGM ini dapat dijadikan alternatif untuk mendeteksi secara dini penyebaran kasus.

Luhut pun meminta kepada Menteri Kesehatan supaya dapat menindaklanjutinya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mewakili Wakil Gubernur DIY, melaporkan dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta bahwa angka kematian di Yogyakarta memang masih cukup tinggi.

“Dari catatan yang kami terima karena terlambat masuk rumah sakit, karena kejadiannya masyarakat itu kalau terkena Covid itu cukup isoman di rumah, sementara ada beberapa orang yang tidak memahami bahwa mereka memiliki komorbid sehingga terlambat masuk ke rumah sakit,” tuturnya.

“Berdasarkan catatan kami, sebagian besar yang meninggal itu rata-rata karena komorbid hipertensi, sementara kalau dari sisi usia yang terbesar itu diatas lima puluh tahun,” jelasnya.

Sementara dilaporkan kasus kematian pada anak-anak tidak ada dikarenakan usia yang masih muda.

Aji menambahkan Pemerintah Daerah siap untuk mendukung penelitian yang dilaksanakan oleh UGM tentang waste water surveillance, siap mengantar dan mendukung untuk melaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *