Pameran Di Malioboro, Pertanda Ekonomi DIY Pulih

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Sebanyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari sebelas daerah mengadakan pameran bersama di Mall Galeria Malioboro. Bertajuk ‘Jogja Trade Expo 2021’, pameran akan berlangsung mulai hari ini sampai Minggu (31/10).

Dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Riyanta pameran ini menampilkan berbagai produk UKM mulai dari fashion, makanan minuman serta kerajinan.

“Sebenarnya ini adalah kegiatan tahunan, karena pandemi sempat tertunda. Tahun ini diselenggarakan kembali di tengah status DIY yang masuk PPKM Level 2. Sehingga sangat mungkin dilaksanakan,” katanya, Kamis (28/10).

Pameran ini menurut Aris menjadi pertanda bahwa dinamika perekonomian DIY yang berbasis pariwisata dan pendidikan sudah mulai pulih merangkak. Pilihan tempat di pusat wisata DIY menjadikan ajang ini memiliki berbagai keuntungan berlipat.

Selain akan banyak mendapatkan kunjungan dari wisatawan dari luar DIY, ajang ini diprediksi bakal menjadi wadah membentuk jejaring para pelaku usaha.

“Malioboro merupakan lokasi yang sangat istimewa. Pasalnya disini prinsip perdagangan yang dikenal sebagai Marketing Mix yang terdiri dari promosi, desain produk dan harga tersedia semua,” lanjutnya.

Dengan dukungan dari berbagai Kementerian mulai dari Perdagangan, Perindustrian, serta Koperasi UKM. Kegiatan tiga hari ini bakal berkontribusi dalam meningkatkan kembali aktivitas ekonomi DIY.

Direktur Aira Mitra Media, selaku pelaksana pameran, Dwiki Arif Rahmadi mengatakan selain memamerkan berbagai komoditas dagang UKM. Kegiatan selama ini tiga hari ini juga akan diisi parade batik serta talk show yang membahas upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Ada dari Kalimantan Timur, Mataram, Jawa Barat, dan yang lain-lain termasuk DIY sendiri,” katanya.

Pameran ini secara umum menurutnya adalah kembali memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah yang sempat terpuruk dihantam pandemi sehingga bisa dikenal kembali menggaet konsumen dan pembeli potensial.

DIY menjadi pilihan pertama digelarnya pameran karena merupakan kawasan pariwisata yang memiliki industri kreatif yang berkembang pesat. Diharapkan kedepan para peserta pameran bisa mendapatkan peluang untuk berkolaborasi dengan pelaku UKM DIY.(set)