Petani Bawang Bantul Diminta Mandiri Bibit

by

Bantul, Koran Jogja – Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo berharap kalangan petani bawang merah bisa memproduksi bibit sendiri dalam waktu dekat. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan harga bawang merah di pasar luar Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adanya pengadaan bibit secara mandiri akan menjadikan harga belinya lebih murah karena dilakukan secara berkelompok dan tidak lagi tergantung dari pasokan luar Bantul.

“Saya mengharapkan rekan-rekan petani bawang merah bisa memproduksi bibit sendiri. Harapannya, Bantul tidak mengadakan bibit sendiri agar bisa sewaktu-waktu melakukan tanam,” jelasnya Joko saat menghadiri panen raya bawang merah di Kecamatan Kretek, Senin (30/8).

Pasalnya selama ini produksi bawang merah dari Bantul banyak diserap pasar di luar DIY. Terlebih lagi, saat ini harga bawang merah sedang naik karena area tanam di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah melewati musim panen raya.

“Ya harapan saya harga yang ditawar oleh pedagang baik lokal maupun luar DIY ini semakin tinggi dan keuntungan yang diperoleh petani semakin tinggi,”ucapnya.

Panen raya masa tanam (MT) kedua ini dilakukan Kelompok Tani Ngudi Makmur, Padukuhan Samiran, Desa Parangtritis dengan masa tanam bawang merah 65 hari. Saat ini harga per kilogram bawang merah mencapai Rp 13-14 ribu.

Joko optimis kalangan petani bawang merah Bantul mampu mengadakan bibit sendiri. Hal ini didasarkan pada hasil panen hari ini yang kondisinya berwarna cerah dan besar-besar dibandingkan pada hasil panen MT pertama.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kelompok Tani Ngudi Makmur dengan membeli panenan anggotanya untuk kemudian disimpan agar nanti dijual saat harga tinggi. Ini akan semakin meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani, Tukirmin mengatakan harga jual bawang merah MT kedua2 ini lebih baik dibandingkan pada MT pertama. Petani mendapatkan keuntungan lebih besar Rp7 ribu per kilo.

“Hari ini kami sudah menerima penawaran Rp13-14 ribu per kilogramnya. Sedangkan panenan MT pertama dibawah Rp 13 ribu per kilogramnya karena kualitas bawang merahnya juga tak sebaik panen MT kedua,” jelasnya.

Tukimin menyatakan jenis bawang merah yang ditanam adalah varietas Tajuk yang memiliki produktivitas tinggi. Dimana dari luasan lahan 3 ribu meter persegi. Panen yang didapat mencapai 20 ton per hektarnya.(set)