Sekolah Memandirikan Yatim Dhuafa Bakal Diperluas Keberadaannya

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Yayasan Yatim Mandiri bakal memperluas keberadaan sekolah yang berbasis pendidikan kemandirian bagi yatim dhuafa. Setiap tahun sekitar 2.000 ribuan yatim dhuafa yang diluluskan dan mampu mandiri.

Melalui sekolah Insan Cendekia Mandiri (ICM) Boarding School, Yatim Mandiri berusaha memberikan solusi pendidikan arahnya kemandirian. Model sekolah seperti ini sudah siapkan sejak delapan tahun yang lalu.

Direktur Program Yatim Mandiri, Hendi Nurokhmansyah mengatakan perluasan keberadaan sekolah ICM selain didasari untuk membatu anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19.

“Ini merupakan program pemberian bantuan memandirikan yatim dhuafa dalam jangka panjang. Kami memiliki mimpi membantu anak yatim dhuafa meraih cita-citanya. Sinergi dan dukungan baik dari pemerintah maupun pihak lain terus tumbuh setiap tahunnya,” kata Hendi dalam pembukaan pameran mini ‘Impactful Zakat’ di Kota Yogyakarta, Rabu malam (18/5/2022).

Hendi menyebut melalui sekolah ICM setiap tahunnya Yatim Mandiri telah memberikan bantuan pendidikan bagi 200 ribu anak yaim dhuafa. Lau ada 20 ribu anak penerima mahasiswa.

“Anak-anak yang lulus dan kemudian bisa mandiri mencapai 2.000 setiap tahun,” lanjutnya.

Hendi menyatakan pihaknya mengakui keganasan pandemi Covid-19 yang menyebabkan hampir satu juta orang meninggal dunia dan meninggalkan anggota keluarganya menjadi yatim dhuafa. Data yang didapatkan timnya ada sekitar 1.000 anak yatim dhuafa yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah.

“Kami kesulitan mengakses data. Selain itu kesulitan kami untuk bisa mencari informasi awal agar bisa mendapatkan bantuan adalah trauma. Mereka (yang ingin dibantu) selalu menangis ketika kami hubungi,” lanjutnya.

Digelar di Sellie Coffee Malioboro, pameran menjadi ajang silaturahmi para donatur dan berbagai lembaga yang mendukung Yatim Mandiri berkiprah memandirikan yatim dan dhuafa.

“Mini Exhibition menampilkan rekam jejak prestasi Yatim Mandiri dari tahun ke tahun sejak 1994 sampai 2022. Selain itu juga ditampilkan beberapa lulusan lembaga pendidikan dan unit program yang berprestasi,” jelas Direktur Inspirasi Melintas Zaman Fatchuri Rosidin.

Bersamaan dengan pameran, juga meluncurkan buku berjudul ‘Jejak-jejak Kemandirian’ yang berisi rangkuman kisah proses kemandirian para alumni Mandiri Entrepreneur Center (MEC). Ada 17 kisah sukses para alumni MEC diceritakan dengan detail dan apik. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *