Status Siaga Merapi, DIY-Jateng Diminta Kerjasama

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Ketua Komisi A DPRD, Eko Suwanto meminta Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Pemprov Jateng terkait peningkatan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi meningkat dua hari terakhir dan BPPTKG telah menaikan status ke Siaga (Level III). Maka kami menilai perlu dipersiapkan segala kemungkinan terkait dengan penangganan pengungsi,” kata Eko, Jumat (6/11).

Terlebih dengan jumlah desa di terdampak langsung mencapai 3 dusun di Sleman dan belasan dusun di dua kabupaten Jawa Tengah, maka kerjasama dirasa perlu agar koordinasi terkait keselamatan pengungsi terpenuhi.

Sekarang ini, Eko melihat penangganan pengungsi bencana Gunung Merapi sangat berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Saat ini tantangan terberat adalah penangganan ditengah pandemi COvid-19.

“Kedua pemerintah daerah sangat harap bisa berdampingan dalam menangani erupsi Gunung Merapi. Kerjasama ini bisa berupa menyusun simulasi, melaksanakan mitigasi bencana,” terangnya.

Simulasi dan mitigasi bencana ini ditengah pandemic ini sangat penting agar penularan Covid-19 tidak semakin membesar dan menciptkan kluster baru bagi pengungsi.

Penerapan protokol kesehatan dalam penanganan bencana mulai evakuasi pengungsian sampai ke barak harus tetap diterapkan ketat. Demikian juga dengan ketersediaan ketersediaan tempat cuci tangan, ruang untuk MCK, penerapan jaga jarak dan kesiapan paramedic di barak harus diperhatikan.

Pemda DIY menurut Eko telah menyiapkan anggaran penangganan bencana sebesar Rp60 miliar hingga akhir tahun. Anggaran ini bisa ditambah tahun depan apabila terjadi kebutuhan lebih akibat bencana Merapi.

“Kami minta pemda tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat di DIY khususnya yang terdampak Merapi dengan protokol Covid-19. Saya berharap saat terjadi bencana, kita semua sudah siap,” pungkas Eko.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *