Tak Patuh Protokol Kesehatan, Hotel di Yogya Tolak 385 Turis

by

(dok. Istimewa)

Yogyakarta, Koran Jogja – Sampai Jumat (25/12) sore, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan telah menolak 385 wisatawan yang ingin menolak. Pasalnya selain tidak mematuhi protokol kesehatan, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen lolos tes Covid-19.

“Iya benar, ada yang sudah bawa rapid antigen tapi merasa sehat dengan menunjukan hasil itu tapi tidak taat dengan prokes, misal tidak mau pakai masker,” kata Ketua PHRI Deddy Pranowo Eryono, Sabtu (26/12).

Ia mengatakan awalnya pihak hotel sempat mengingatkan para tamu untuk mengetahui protokol kesehatan namun beberapa masih ngeyel dan diminta meninggalkan hotel.

Tindakan tegas ini sebagai upaya menjaga agar tidak terjadi penularan Covid-19 ke para tamu yang lain atau karyawan maupun property hotel. Hal ini merupakan kesepakatan antara pengelola hotel dan pemerintah agar selama libur panjang akhir tahun ini tidak muncul cluster baru di restaurant dan hotel.

“Data kita sampai dengan kemarin terdapat laporan sebanyak 385 kasus yang tidak menaati prokes dari tamu yang berlainan,” katanya.

Maraknya pelanggaran prokes di awal liburan juga dilaporkan anggota forum pemantau independen (Forpi) Kota Yogyakarta yang meninjau sejumlah lokasi pada Kamis (24/12) malam.

“Masih banyak yang melanggarnya instruksi Gubernur DIY nomor 7/INSTR/2020 tentang penegakan protokol kesehatan dimana salah satunya adalah pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, warung makan, rumah makan, kafe, restoran, bioskop, tempat hiburan, dan tempat wisata dengan pelaksanaan jam operasional mulai pukul 09.00-22.00 WIB,” katanya.

Namun, dalam hasil pemantauan yang dilakukan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta di sejumlah lokasi baik warung makan maupun cafe, Kamis (24/12/2020) hingga pukul 23.00 WIB masih beroperasi.

Kamba mengatakan dirinya menemukan beberapa cafe di kawasan Tugu Pall Putih masih beroperasi hingga pukul 23.00 WIB lebih masih. Selain masih beroperasi, tempat ini tak sedikit para pengunjung yang tidak mengenakan masker dan tidak menerapkan jaga jarak.

“Saat itu tidak ada petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta maupun dari Satpol PP DIY yang melakukan razia. Begitupun petugas dari kepolisian tak tampak,” tulisnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *