Koran Jogja, Bantul – Widy Orchid, usaha tanaman anggrek yang berada di RT 62, Dusun Mriyan, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Bantul.
Usaha ini digeluti oleh pasangan Andreas Seto Aji dan Sri Widyastuti. Mereka memulainya baru pada 2018 silam, dan saat ini sudah menghasilkan omset Rp 50 juta per bulannya.
Ribuan jenis anggrek pun berhasil mereka kembangkan dan diminti oleh konsumen skala nasional.
Widyastuti mengatakan awalnya dirinya belajar mengenai pengembangbiakkan anggrek di Semarang.
“Saya juga mengikuti pembelajaran melalui online dan seminar yang digelar oleh komunitas pecinta anggrek,” katanya ditemui beberapa hari lalu.
Dia berminat untuk usaha tanaman anggrek ini karena kecintaannya yang sudah lama. Widyastuti pun memilih pensiun dini dari PT Freeport.
Menurutnya, bisnis ini masih belum banyak pesaing dan harga jual; cenderung naik karena banyak peminatnya.
Widyastuti mengaku bisnis tanaman anggrek ini butuh modal besar, karena harus siap mengembangkan ribuan jenis anggrek.
“Saya dari awal tidak menjadikan pinjaman sebagai modal. Usaha ini besar dengan sendirinya,” paparnya.
Widyastuti mengatakan untuk harga tanaman anggrek yang dijualnya beragam. Mulai dari Rp 30 ribu hingga belasan juta rupiah. Tergantung dari kondisi dan tingkat kelangkaannya.
Salah satu tanaman anggrek yang cukup mahal yakni Capung Jawa yang dijualnya Rp 17 juta dengan kondisi sudah berbunga.
“Varietasnya langka dan tidak pernah disilangkan. Setiap saat berbunga rimbun. Ini banyak diburu,” katanya.
Widy Orchid juga melayani pembelian secara online dari Sabang sampai Papua. Supaya bisa menjaga kepercayaan, calon konsumen biasanya melakukan panggilan video untuk memastikan detail anggrek yang akan dibeli.
Andreas Seto Adji mengatakan untuk meminimalkan serangan hama, dia menutup lahan memakai weedmat atau mulsa sebagai ganti paving blok.
Dia mengatakan untuk proses pengembangan tanaman anggrek ini butuh waktu lama dari pembibitan sampai berbunga.
“Gambarannya dari ruang bibit ke ruang pembesar butuh enam bulan. Selanjutnya bisa berbunga biasanya paling lambat 2,5 tahun,” pungkasnya. (Set)
Baca artikel lainnya:
