5 Terduga Pelaku Kejahatan Jalanan yang Menewaskan Pelajar di Yogyakarta Ditangkap

by

Sleman, Koran Jogja – Sebanyak lima remaja diduga pelaku kejahatan jalanan yang mengakibatkan Daffa Adzin Albasith, 18 tahun, meninggal dunia pada Minggu, (3/4) berhasil ditangkap oleh petugas gabungan dari Polda DIY dan Polres Bantul.

Lima terduga pelaku tersebut berinisial FAS alias C, 18 tahun, warga Sewon, Bantul; AMH alias G, 19 tahun, mahasiswa, warga Depok, Sleman.

Kemudian MMA alias F, 20 tahun, warga Sewon, Bantul; HAA alias B, 20 tahun, warga Banguntapan, Bantul; dan RS alias B, 18 tahun, warga Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan dari lima remaja tersebut, yang bertindak sebagai eksekutor yakni RS, warga Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Ade mengungkapkan motif dari peristiwa tersbeut karena adanya ketersinggungan saling ejek antar kedua rombongan yang saling tidak kenal.

“Mereka saling mengejek, dapat dimungkinkan salah satunya menjadi pelaku atau menjadi korban,” katanya.

Adapun kronologis kejadian, bermula rombongan korban berkumpul di Rejowinangun Kotagede Yogyakarta kemudian menuju warung kopi di Jalan Mangkubumi. Mereka kemudian semat ke Alkid dan menuju ke Jalan Parangtritis.

Di tempat yang terpisah ada perang sarung antara di Perempatan Druwo Ringroad Selatan. Patroli Polres Bantul membubarkannya.

Sebagian pelaku perang sarung dua sepeda motor Yamaha Nmax warna abu-abu berboncengan tiga dan Honda Vario warna hitam berboncengan dua pergi ke arah timur melalui jalur lambat Ringroad.

“Dua motor yang kabur inilah yang merupakan rombongan tersangka TKP Kotagede,” ucapnya.

Dalam perjalannya, rombongan korban yang sama-sama melintas searah menyalip rombongan pelaku di jalur cepat dengan kecepatan tinggi dan sambil menggeber-geber kendaraannya. Saat menyalip saling memprovokasi.

“Kelompok korban memulai dengan kata-kata Ayo rene-rene! sambil melambaikan tangan,” ungkapnya.

Akhirnya kedua rombongan terjadi kejar-kejaran di Jalan Imogiri Barat dan masih saling mengejek sambil mengancam. Rombongan korban kemudian belok kanan di perempatan Tungkak, lalu belok kiri menuju Jalan Gedongkuning Kotagede.

Merasa sudah aman, rombongan korban berhenti di Warmindo Barakuda. “Saat masih di atas sepeda motor, satu orang turun untuk memesan makanan. Tiba-tiba melintas dari selatan ke utara sepeda motor Nmax berbonceng tiga sambil berbicara Ayo Rene-rene! dan mengumpat,” ujarnya.

Dirreskrimum mengatakan, rombongan korban mengejar rombongan pelaku. Sesampai di TKP, rombongan pelaku yang tengah menunggu rombongan korban, pelaku berinisial RS alias B langsung mengayunkan sabuk yang telah dipasangi gear dan mengenai kepala korban hingga korban tidak sadarkan diri dan jatuh ke sisi kanan jalan di depan Kantor Kalurahan Banguntapan sekitar 140 meter dari TKP.

“Korban kemudian dibawa dengan mobil patroli Sabhara ke Rumah Sakit Dr. Hardjolukito dalam kondisi tak sadarkan diri dan sempat mendapatkan perawatan. Sekira pukul 09.30 WIB korban meninggal dunia,” lanjutnya.

Kombes Pol Ade menuturkan bahwa rombongan pelaku memang telah mempersiapkan diri dengan membawa alat berupa sarung yang berisi batu dan sabuk bela diri yang telah diikat gear sepeda motor.

Atas peristiwa tersebut kelima tersangka diterapkan pasal 353 ayat (3) Juncto Pasal 55 atau pasal 351 Ayat (3) Juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *