Anggota DPR RI Sukamta Sebut UMKM Harus Manfaatkan Teknologi Untuk Naik Kelas

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun kenyataannya di era modern saat ini mereka masih mengalami berbagai permasalahan.

Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Sukamta mengatakan permasalahan utama yang dihadapi UMKM dari data Susenas BPS 2016 yang pertama yakni belum memiliki badan hukum. Kedua, modal yang terbatas, kemudian kurangnya inovasi dan masih gagap terhadap teknologi.

“Sebagian besar UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta masih belum memanfaatkan teknologi,” katanya dalam Seminar Merajut Nusantara dengan tema ‘Pemanfaatan IT Dalam Rangka Mendukung UMKM Yang Berdaya Saing’ yang diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) pada Jumat (19/3).

Sukamta berkata, UMKM di DIY yang memakai teknologi seperti penggunaan komputer baru 9,04 persen. Sedangkan mereka yang telah memanfaatkan internet hanya 18,34 persen.

“Panfaatan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0 sangat diperlukan bagi UMKM untuk melakukan lompatan,” katanya.

Keuntungan menggunakan teknologi informasi bagi UMKM ini pun ada banyak hal. Di antaranya seperti siklus inovasi yang lebih singkat, produk yang lebih kompleks, serta volume data yang lebih besar.

Kemudian mass production yang lebih terindividualisasi, pasar yang valatile, serta produktivitas yang tinggi. Termasuk pula efisiensi energi dan sumber daya menjadi faktor kompetisi yang kritikal.

Sukamta berkata pemerintah harus membantu UMKM dalam pemanfaatan teknologi informasi. Semisal saja fasilitasi kemitraan dengan kampus dan dunia usaha yang sukses dengan dukungan TI.

Selain itu bisa pula inkubasi teknologi dengan mengalirkan investasi (hasil riset) menjadi produk. “Dukungan akses teknologi, manajemen usaha, akses pemasaran, dan lainnya,” ucap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Adapun jumlah UMKM di DIY dari data BPS 2016 lalu ada sebanyak 521.011. Terbanyak dari sektor perdagangan besar dan reparasi, disusul industri pengolahan, kemudian di urutan ketiga ada penyedia akomodasi makanan dan minuman.

Owner dari Rumah Mesin, Mansur Mashuri, ST yang juga menjadi pembicara dalam seminar itu mengatakan, ketika UMKM ingin naik kelas maka harus bisa memanfaatkan teknologi informasi. Salah satunya yakni dengan memiliki website.

“Keuntungan dalam memakai website, bisa menaikkan brand. Website kemudian dioptimasi dengan SEO,” katanya.

Website yang berisi produk dari perusahaan dengan optimasi SEO maka akan mudah ditemukan di Google. “Kelebihan menggunakan Google, produk yang sangat spesifik bisa ditemukan (di internet),” ucapnya.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *