Atur Lokasi Parkir Bus, Pemkot Terapkan One Gate System

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan program ‘One Gate System’ untuk mengawasi dan menentukan lokasi parkir bus-bus yang membawa wisatawan. Terminal Giwangan menjadi sentra pemantauan kedatangan bus-bus mulai akhir pekan nanti.

Wakil Walikota Heroe Poerwadi menyatakan program ini bertujuan untuk menskrining para wisatawan dari luar kota yang datang ke Kota Yogyakarta mengendarai bus.

“Aglomerasi DIY sudah level 2, hampir semua semua sudah buka dengan pembatasan termasuk destinasi wisata. Dengan status PPKM level 2, memungkinkan berwisata,” kata Heroe, Kamis (21/10).

Guna menjaga PPKM tetap di level 2, Pemkot Yogyakarta memberlakukan one gate system bagi bus-bus wisata. Tujuan besar sistem ini adalah mengendalikan wisatawan yang datang tidak terlalu berlebihan dengan cara melakukan skrining bagi wisatawan.

“One gate system ini mewajibkan semua bus-bus luar kota yang digunakan wisatawan ke terminal Giwangan untuk pemeriksaan yang dimiliki (syarat perjalanan),” kata dia.

Setelah dinyatakan lolos maka bus wisata diberikan tanda stiker yang isinya sudah diperiksa sekaligus penentuan lokasi parkir bus. Pemkot menyiapkan tiga lokasi parkir yaitu Taman Parkir Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Senopati.

Kepada wisatawan yang bakal berkunjung ke Kota Yogyakarta, Heroe meminta mereka untuk mendownload aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang memuat rute-rute perjalanan wisata.

“Jika bus wisata nekat tanpa melalui one gate system, dipastikan tidak mendapatkan lokasi parkir bus. Kalau tempat parkir nekat menerima bus yang tanpa melalui one gate system maka akan kita tutup,” tegasnya.

Lewat aplikasi JSS ini, Heroe menjelaskan adanya pengaturan alur masuk wisatawan di kawasan Malioboro. Wisatawan hanya dibatasi waktu kunjungannya, yakni hanya 2 jam sedangkan untuk parkir bus maksimal 3 jam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyampaikan kapasitas Terminal Giwangan masih mencukupi untuk melakukan skrining bus. “Kami menghitung hanya butuh 7 menit maksimal untuk melakukan pengecekan surat-surat vaksin,” kata dia.(Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *