‘Buck supermoon’ bulan Juli akan terlihat lebih besar dan cerah

by
Ilustrasi supermoon. (pixabay)

Ilustrasi supermoon. (pixabay)

Koran Jogja – Bulan purnama Juli atau yang dijuluki Bulan Buck akan melintasi langit Bumi pada Rabu, 13 Juli.

Tetapi Buck tidak berhenti di Rabu saja. Bulan akan tampak cerah dan purnama pada Selasa dan Kamis malam (12 Juli dan 14 Juli), juga. (Live Science, 10/7)

Bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Itu karena, selama tiga bulan berturut-turut, bulan purnama akan terbit sebagai supermoon atau bulan purnama yang terjadi saat bulan berada di sekitar atau pada titik terdekatnya dengan Bumi, yang juga dikenal sebagai perigee-nya.

Supermoon dapat muncul lebih besar dan hingga 16% lebih terang di langit daripada rata-rata bulan purnama, menurut timeanddate.com.

Dua supermoon terakhir adalah Bulan Strawberry Juni dan bulan purnama Mei, Bulan Bunga, yang juga menampilkan gerhana bulan total.

Sturgeon Moon bulan depan, yang mencapai puncaknya pada 11 Agustus, akan menjadi supermoon terakhir tahun ini, menurut Farmer’s Almanac.

Ada apa dengan nama bulan ini? Sekali lagi, kita beralih ke The Maine Farmer’s Almanac, yang mulai menerbitkan nama-nama penduduk asli Amerika untuk bulan purnama pada 1930-an.

Menurut Almanak, berbagai suku yang tinggal di tempat yang sekarang menjadi timur laut Amerika Serikat menjuluki bulan purnama Juli sebagai Bulan Buck, karena biasanya melihat rusa jantan muda menumbuhkan nubbin tanduk pertama mereka sekitar tahun ini.

Budaya modern sejak itu mengadopsi nama Algonquin bulan.

Bulan purnama terjadi sekitar sebulan sekali ketika matahari, Bumi, dan bulan sejajar pada garis 180 derajat yang tidak terlihat.

Orbit bulan sekitar 5 derajat berbeda dari Bumi, sehingga biasanya sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dari bayangan Bumi, memungkinkan sinar matahari menerangi sisi yang menghadap Bumi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *