Koran Jogja – Orang tua perlu mengajari anak untuk mempelajari kebiasaan mengelola uang dengan baik, sebagai bekal masa depannya kelak.
Setiap orang tyentu pernah mendengar nasihat, ‘uang tidak tumbuh di pohon’. Krisis ekonomi yang berlangsung, menjadi kesempatan untuk mengajari anak mengenai nilai uang dan bagaimana mengelolanya.
Langkah pertama yang bisa dilakukan, yakni dengan memberi pemahaman mengenai menabung.
Kebiasaan menabung bisa dimulai dengan memberikan anak berupa kotak uang, supaya mereka bisa menyimpan koin atau uang tunai.
Setelah itu, tentu akan datang penganggaran dan pengeluaran yang bijak. Perkembangan pengelolaan keuangan, juga bergantung pada penganggaran.
Dua hal tersebut, bisa diajarkan kepada anak, melalui melibatkannya dalam tugas belanja bahan makanan mingguan dan membuat anggaran.
Orang tua bisa membantu anak untuk membatasi pembelian yang impulsif, dengan cara menyusun anggaran dan mematuhinya.
Disadur dari times of India, penting untuk mengajari anak mengenai cara kerja uang digital pada era serba digital saat ini.
Sebagian kecil uang saku, bisa langsung disetorkan ke rekening bank mereka ataui wali, supaya bisa memantaunya.
Orang tua bisa menunjukkan bagaimana uang pertama kali disetorkan ke bank, kemudian bisa diakses dengan online atau memakai kartu.
Para orang tua bisa mengenalkan anak mengenai konsep uang, melalui permainan atau cara menyenangkan dan menarik lainnya. (*)
Baca juga:
