Di Tengah Ancaman PMK, Warga Muntuk Doakan Ternaknya Tetap Sehat

by

Bantul, Koran Jogja – Warga Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul menggelar upacara kesehatan hewan ternak bersama-sama agar terhindar dari berbagai penyakit dan sehat. Terutama di tengah ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK).

Berlangsung di lapangan Dusun Banjarharjo I, upacara mendoakan keselamatan hewan ini bernama tradisi ‘Gumbreg’. Selain kesehatan, upacara tradisional ini juga sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan YME atas rejeki dan kesehatan yang selama ini diterima.

Kepala Desa Muntuk Marsudi mengatakan tradisi ‘Gumbreg’ sebenarnya sudah menjadi tradisi warganya. Namun pelaksanaannya dilakukan sendiri-sendiri oleh warga di setiap dusun dengan waktu berbeda-beda.

“Kali ini atas prakarsa pengurus Kalurahan Budaya Muntuk, acara ini digelar bersama-sama sehingga kedepan akan bernama ‘Upacara Adat Gumbreg Ageng,” katanya.

Comer, panggilan akrab Marsudi,mengatakan tradisi Gumbreg biasanya dilakukan setiap Wuku dalam hitungan kalender Jawa atau delapan bulan sekali. Hewan ternak yang akan di doakan selalu sehat adalah golongan ‘Rejakaya’ yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing dan kuda.

Dalam tradisi baru yang telah disusun ulang, rangkaian tradisi Gumbreg Ageng diawali pengambilan air jamasan dari tiga sendang di Desa Muntuk yakni Sendang Sinoko, Sendang Blumbangsari dan Sendang Sumur Tembaga.

“Dari ketiga sendang, air dibawa ke Balai Desa Muntuk yang kemudian dilanjutkan dengan kirab menuju tempat pelaksanaan upacara adat. Di lokasi ini hewan ternak milik warga yang terdiri dari sebelas ekor kambing dan sapi akan dijamas (dimandikan) kemudian diakhiri dengan kenduri,” terangnya.

Comer mengakui ditengah ancaman PMK yang semakin masif menjangkiti hewan ternak di berbagai daerah, upacara ini menjadi semacam tolak bala agar penyakit tersebut tidak masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami juga meminta warga untuk mewaspadai jika ada hewan ternak yang sakit. Semoga lewat upacara ini, tidak hanya hewan ternak yang sehat. Semoga hasil pertanian nanti juga melimpah,”katanya.

Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengatakan upacara adat Gumbreg merupakan warisan nenek moyang dari dari jaman Mataram yang hingga saat ini terus dilestarikan dan berharap menjadi daya tarik wisata budaya.

“Penyakit PMK ini sangat merugikan peternak, upacara adat Gumbreg ini diharapkan bisa menolak wabah PMK masuk ke Bantul,” tuturnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *