Obwis Ditutup, PAD Bantul Hilang Rp1,6 Miliar

by

Bantul, Koran Jogja – Dinas Pariwisata memperkirakan selama empat penutupan berbagai objek wisata khususnya kawasan pantai selatan menjadikan kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp1,6 miliar.

“Dua pekan penutupan sebelum pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebelumnya per pekan kita kehilangan Rp400 juta,” jelas Kadispar Bantuk, Kwintarto Heru Prabowo, Sabtu (3/7).

Angka ini dipastikan bertambah setelah munculnya Intruksi Bupati Nomor 17/Inst/2021 yang mewajibkan seluruh obwis ditutup total mulai hari ini sampai 20 Juli nanti.

Dengan perhitungan per pekan mencapai Rp400 juta, maka diperkirakaan hingga dua pekan mendatang PAD yang hilang dari sector pariwisata Rp1,6 miliar.

“Ini risiko yang harus diambil untuk menekan tingginya angka Covid-19. Dispar tidak bisa berbuat banyak mengatasi hilangnya PAD,” jelasnya.

Kwintarto hanya berharap, selama dua pekan kedepan pengelola obwis melakukan evaluasi terkait manajemen dan pembenahan sarana prasana. Selain itu juga diminta mempersiapkan pembentukan tim satuan tugas penangganan (Satgas) Covid-19 internal.

Kewajiban pembentukan Satgas Covid-19 ini merupakan satu dari dua syarata yang diwajibkan sebelum obwis dibuka sesuai Inbup. Satu pertama adalah semua pelaku di obwis harus sudah divaksin.

“Selama pelaksanaan 29-30 Juni kemarin, sebanyak 2.324 orang dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Baru sudah divaksin. Angka ini mencapai 91 persen dari yang datang,” jelasnya.
Pengurus obwis Pantai Goa Cemara Suratijo mendukung langkah yang diputuskan pemerintah. Selama hampir empat pekan tidak beroperasi, rekan-rekannya kembali ke profesi lama yaitu nelayan dan petani.

“Kita sedang mengurus proses pembentukan Satgas Covid-19. Penutupan ini ini menjadi kesempatan kami mengevaluasi dan berbenah,” jelasnya.

Sesuai intruksi selama pemberlakukan PPKM Darurat obwis ditutup total. Sebelumnya, saat terjadi lonjakan obwis juga tutup di akhir pekan selama dua minggu.(set)