Dispar Ajak Pegiat Medsos Promosikan Objek Wisata Bantul

by

Bantul, Koran Jogja – Bertajuk ‘Jelajah Bantul Milankori’ Dinas Pariwisata Bantul mengandeng 30-an pengiat media sosial untuk mempromosikan berbagai obyek wisata.

Mereka juga diajak memantau penerapan protokol kesehatan yang berlaku ketat di obyek wisata yang telah dibuka terbatas lima bulan terakhir.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mejelaskan para blogger dan videografer pemilik akun di berbagai platform medsos, selama satu hari penuh pada Sabtu (5/12) akan diajak berkeliling.

“Ada tujuh obyek wisata yang nanti akan dieksplorasi mereka. Bermula dari desa wisata Krebet, Pajangan dan berakhir di puncak sosok Dlingo,” ucapnya.

Dari Krebet, rombongan menuju satu desa wisata, dua pantai, dan tiga obyek di kawasan hutan Dlingo.

Pelibatan pengiat medsos menurut Kwintarto pada dasarnya bertujuan memperkenalkan berbagai obyek wisata yang selama ini belum banyak dikenal.

“Kita tidak ingin wisatawan ke Bantul bertumpuk hanya di Pantai Parangtritis atau Hutan Pinus. Kami ingin wisatawan lebih tersebar dan merata,”ucapnya

Selain itu, para penggiat medsos ini juga bisa melihat langsung bagaimana protokol kesehatan secara ketat di obyek wisata yang sudah dibuka terbatas lima bulan terakhir.

Kwintarto menegaskan program ini secara garis besar ingin menyakinkan ke publik bahwa seluruh obyek wisata berhati-hati dalam mencegah penularan Covid-19. Bahkan jika ditemukan pengunjung bersuhu diatas 37 derajat, langsung dirujuk ke pelayanan kesehatan terdekat.

“Kita tidak ingin ketakutan akan Covis-19 ini berdampak pada pemulihan ekonomi. Kita ingin semua berjalan seimbang, saling membantu, dan menghargai,” ucapnya.

Mewakili rekan-rekannya, Teri Endroputro melihat sebenarnya Bantul banyak obyek wisata, namun namanya kalah besar di bandingkan obyek wisata lainnya, khususnya di Kota Yogyakarta.

“Terlebih lagi keberadaan desa wisata. Ini sebuah sinergi positif yang mampu menghasilkan potensi wisata dan peningkatan ekonomi,” kata pengelola akun ‘NegeriSendiri’.

Teri mengatakan dalam mengeksplorasi obyek wisata, rekan-rekan pengiat medsos dibebaskan sesuai dengan audiensnya. Namun garis besarnya tetap memperkenalkan obyek wisata yang dikunjungi.(set)