DPRD Bantul Meminta Dispar Hitung Ulang Revisi PAD

by
koran jogja

Bantul, Koran Jogja – Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis bakal meminta Dinas Pariwisata untuk melakukan perhitungan ulang terkait dengan revisi target pendapatan asli daerah (PAD) 2021 ini. Dispar merevisi target dari Rp24 miliar menjadi Rp14 miliar.

“Angka revisi yang diajukan oleh Dispar saya nilai terlalu kecil. Seharusnya angkanya pendapatan tahun ini berkisar pada Rp16-17 miliar. Bukannya turun sebesar Rp10 miliar dari target yang diajukan kemarin,” kata Wildan di DPRD Bantul, Selasa (23/3).

Wildan mengatakan seharusnya realisasi pendapatan pada 2020 yang mencapai Rp14 miliar menjadi patokan revisi tahun ini. Pasalnya tahun lalu, sama-sama masih pandemi namun terbukti pendapatan yang masuk bisa mencukupi harapan.

“Kami akan minta Dispar mengkaji kembali besaran itu,” ucapnya.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menerangkan pihaknya menurunkan target pendapatan di 2021 dari Rp24 miliar menjadi Rp14 miliar karena kondisi pandemi yang belum berakhir dan belum meningkatnya kunjungan wisatawan di tengah kebijakan pembatasan kegiatan.

“Fakyanya di bulan awal kemarin, Januari dan Februari, target pendapatan bulanan saja tidak tercapai. Dari target Rp2 miliar kami hanya bisa mengumpulkan separuhnya saja,” jelasnya.

Revisi target ini sebelumnya juga pernah dilakukan Dispar pada 2020 dimana target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp30 miliar hanya tercapai Rp21 miliar dan realisasi inilah yang ditetapkan sebagai revisi pendapatan ke Pemkab.

Perubahan target tahunan ini menurut Kwintarto juga merupakan dampak tidak langsung pada kebijakan refocusing APBD yang dimana secara keseluruhan dipotong 5 persen dari anggaran yang disetujui Rp13,5 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Jogja, Andrini Wiramawati menyatakan tahun ini pihaknya hanya menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung tahun ini 1,1 juta orang.

“Dibandingkan tahun lalu, target tahun ini lebih sedikit. Tahun lalu 1,3 juta orang berkunjung dan didominasi wisatawan domestic,” katanya.

Sama seperti tahun lalu, Dispar Kota Yogyakarta mengandalkan kunjungan dari wisatawan nusantara dibandingkan mancanegara yang sampai sekarang belum ada penerbangan yang dibuka.

Andrini mengatakan Kebun binatang Gembira Loka, Kraton, Taman Pintar, dan kawasan Malioboro merupakan obyek yang menjadi tujuan utama wisatawan. Selain itu program tahunan seperti ‘Wayang Jogja Carnival” juga menjadi unggulan menarik wisatawan.

“Meski obyek sudah kami buka lebar-lebar untuk kunjungan wisatawan, namun penerapan protokol kesehatan tetap paling utama diterapkan,” jelasnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *