DPRD DIY Dukung Strategi Penangganan Pandemi Lewat Kompromi Politik

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Ketua DPRD DIY Nuryadi meminta eksekutif untuk membuat kebijakan strategis dalam penanganan pandemi Covid-19 setahun terakhir ini. Legislatif bakal mendorongnya dengan kompromi politik dalam penganggaran.

“Pemda DIY bersama seluruh stakeholder lainnya berusaha terus mencari solusi strategis dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya di masa pandemi ini,” katanya lewat siaran pers, Minggu (7/8).

Ia mencontohkan bagaimana di bidang kesehatan, Pemda bersama tenaga kesehatan di rumah sakit – rumah sakit terus memberikan pelayanan terbaik bagi pasien positif Covid-19 yang diprioritaskan maupun pasien penyakit lainnya.

DPRD DIY dalam kapasitasnya sebagai pengawas dan pengevaluasi kebijakan anggaran serta program eksekutif. Maka salah satu dukungan yang diberikan ke Pemda adalah melakukan kompromi politik khususnya politik anggaran agar mampu mendukung upaya pemberian layanan.

“Refokusing anggaran menjadi tulang punggung bagi pelaksanaan kegiatan juga dilakukan oleh pihak eksekutif sebagai bagian kompromi politiknya. Selain itu sektor ekonomi yang menjadi hajat hidup warga DIY dikompromikan melalui kebijakan pemberian bantuan bagi warga terdampak,” ucap Nuryadi.

Politisi asal PDI Perjuangan ini juga meminta semua sektor piawai dalam mengendalikan kinerja. Ibarat mengendarai mobil, mereka harus paham betul kapan harus menginjak gas dan menginjak remnya.

“Bahkan juga harus paham berapa kecepatan yang harus diambil dalam sebuah situasi, yang saat ini menghadapi situasi pandemi,” paparnya.

Karena itulah, Nuryadi berharap kompromi politik dan ekonomi yang dibangun oleh DPRD DIY harus diikuti kebijakan strategis. Jika tidak maka strategi itu hanya menjadi sebatas wacana diatas kertas belaka yang tidak menyelesaikan masalah.

“Bahkan akan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena hanya mampu berkata kata tanpa melakukan tindakan nyata guna menyelesaikan masalah yang ada,” lanjutnya.

Nuryadi melihat kebijakan strategis yang diambil Pemda idealnya fokus pada percepatan penyerapan anggaran yang masih jauh dari angka 50 persen guna pemulihan ekonomi

Selain itu, juga terkait kekurangan vaksin, Pemda harus berkomunikasi intensif antara pusat dan daerah. Mengingat vakinasi merupakan sebuah upaya penting yang saat ini menjadi kebutuhan warga dalama menghadapi pendemi.(set)