DPRD Nilai Lockdown Dari Sultan, Warning Keras Ke Warga

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakara, Huda Tri Yudiana menyatakan wacana penutupan total (lockdown) yang disampaikan Gubernur Sultan Hamengku Buwono X adalah peringatan (warning) keras ke warga. Jika lockdown diterapkan akan banyak dampak yang harus diperhitungkan.

“Kami prihatin dengan lonjakan keterpaparan Covid-19 yang di hari kemarin mencapai 500 lebih. Ternyata penularan ini sangat cepat dan kita tidak bisa menyalahkan siapapun,” kata Huda, Jumat (18/6).

Meski pemerintah sudah berupaya keras dalam melakukan pencegahan agar penularan tidak meluas, Huda menilai masyarakat malah abai. Akibatnya tingkat keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit di DIY sudah menembus 75 persen dari total yang tersedia dan hampir seluruh shelter di daerah penuh.

Jika kondisi seperti ini tanpa ada langkah yang berarti. Huda mengatakan nantinya akan banyak warga yang terkena Covid-19 tidak mendapatkan tempat tidur maupun shelter. Kemudian berdampak pada kolapsnya sistem kesehatan dan menjadikan tenaga kesehatan harus bekerja lebih keras yang berdampak penurunan imunitas tubuh.

“Saya pikir ketika pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dalam beberapa hari ke depan tidak mampu menekan laju penularan. Maka logis jika lockdown diberlakukan,” jelasnya.

Namun karena dampaknya akan sangat besar, baik dari sisi perekonomian maupun dana. Huda meminta wacana lockdown ini dirumuskan secara detail cara maupun mekanismenya.

Huda menegaskan apa yang disampaikan Gubernur hari ini adalah peringatan keras bagi semua lapisan masyarakat agar betul menjaga kesehatan. Kesadaran ini harus dibangun sampai tingkat bawah dengan pengawasan ketat dari aparatur terdekat.

“Ini warning, kalau semua belum bisa. Opsi terakhir harus diambil. Lockdown total. Mesti biaya dan segala macam harus dilakukan harus dikaji lebih dalam,” katanya..

Sebelumnya, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mempertimbangkan langkah penutupan total wilayahnya (lockdown) akibat lonjakan kasus keterpaparan Covid-19 yang meningkat dalam seminggu ini.

Sultan memastikan selama ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sudah diterapkan hingga tingkat RT-RW. Namun lonjakan masih terus terjadi di tengah upaya pengetatan yang dilakukan.

“Karena kita sudah bicara ngontrol (mobilitas) di RT RW, kalau gagal arep ngopo meneh (mau gimana apalagi). Kita belum tentu bisa cari jalan keluar. Ya Satu-satunya jalan ya lockdown. Kan gitu,” kata Sultan.(set)