Dubes Palestina di UII Nyatakan Rakyatnya Terus Melawan Israel

by

Sleman, Koran Jogja – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun mengatakan rakyatnya akan terus melawan penindasan, penjajahan dan pembunuhan oleh Zionis Israel. Dirinya dan rakyat Palestina bermimpi bisa seperti Indonesia yang telah merdeka dari penjajahan.

Hal disampaikan Zuhari saat memberikan kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Selasa (17/5). Zuhair hadir atas undangan khusus yang dikirimkan oleh Rektor UII Fathul Wahid.

“Sejak peristiwa Nakbah 74 tahun lalu, ketika Israel menempati Palestina. Ada 6,5 warga Palestina mengungsi di seluruh dunia. Kezaliman yang dilakukan oleh beberapa negara untuk mengelabui bahwa Palestina adalah rumah mereka,” katanya.

Kepada para mahasiswa yang ada di luar negeri, terutama di Indonesia. Negara meminta mereka tidak perlu mengangkat senjata. Mahasiswa diminta menjadi duta menyampaikan informasi yang sesuai fakta dan provokasi Israel.

“Cukup menjadi ambassador, promotor dan juru bicara mengenai apa yang harus dibicarakan dengan membedakan mana yang fakta dan provokasi. Kedepan, kami hanya punya kalian untuk kami tinggali. Syukur-syukur apabila bisa seperti Indonesia yang telah merdeka dari penjajahan,” katanya.

Dirinya mengucapkan berterima kasih kepada Rektor dan pihak UII yang telah memberikan kesempatan untuk berbicara. Ini merupakan sebuah kehormatan ketika banyak negara melakukan kebohongan politik.

“Tidak bisa seperti itu, orang-orang Palestina harus kembali ke tanah air mereka,” tegasnya.

Namun sampai saat ini, dirinya melanjutkan orang-orang Palestina tidak pernah menyerah melawan gempuran Israel. Meski di tahun 60an, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa orang Palestina tidak siap perang.

Tapi faktanya sekarang yang berperang adalah anak muda yang lahir pada tahun 80-90an merebut kembali hak-hak mereka yang dirusak oleh konspirasi politik.

“Selama masih ada bangsa-bangsa yang masih tetap berjuang membela hak-hak merek, seperti kami di Palestina. Selama semangat perjuangan itu masih ada, semua negara bentukan konspirasi akan musnah,” ungkapnya.

Diawali Deklarasi Balfour yang ditulis pemerintah Inggris dan diserahkan kepada orang-orang Israel untuk menjadi rumah nasional bagi mereka.

Deklarasi ini menguatkan moral orang Yahudi yang merasa mempunyai dukungan dari Inggris. PBB membagi menjadi 56 persen (wilayah) untuk Israel dan 44 persen untuk Palestina. Kemudian Israel memperluas jadi 78 persen

Zuhari juga menandaskan, ketika bicara tentang humanity yang digadang-gadang dunia.

Mewakili rakyat Palestina, Zuhari mempertanyakan rasa keadilan kemanusian yang digembar-gemborkan dunia dan khususnya negara-negara pendukung Israel terutama Amerika Serikat.

“Kemanusian untuk Palestina adalah omong kosong. Puluhan tahun Zionis Israel melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan merebut tanah air warga Palestina. Semoga apa yang saya sampaikan disini dapat menjadi prinsip untuk membebaskan Palestina pada umumnya,” katanya.

Dalam sambutannya, Rektor UII Fathul Wahid memaparkan kuliah umum ini merupakan bentuk dukungan atas perjuangan Palestina dalam melawan Israel.

Bukan hanya kuliah umum ini, selama beberapa tahun UII juga telah menggalang dukungan untuk Palestina. Antara lain melalui program UII Peduli dalam bentuk penggalangan dana, seperti lewat gelaran konser penyanyi Maher Zain.

“Sejak 2020, UII juga menerima mahasiswa dari Palestina. Sebelum kuliah umum, UII juga menyerahkan donasi Rp100 juta untuk Palestina. Doa kami untuk keselamatan warga Palestina,” kata Fathul. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *