Hey, Jangan Bunuh Ular Ketika Ketemu

by 1 month ago

Sleman, Koran Jogja – Kondisi habitat yang mulai rusak mengakibatkan ular menjelajah ke lingkungan tempat tinggal manusia. Hewan melata ini memang bisa berisiko menyebabkan kematian pada manusia ketika digigitnya. Namun begitu, diharapkan masyarakat tidak membunuhnya ketika menemui satwa dalam kelompok reptilia ini.

Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Donan Satria Yudha mengatakan menemukan ular baik di jalan atau di dalam rumah sebaiknya jangan dibunuh, sebaliknya dikembalikan ke habitatnya di alam liar.

“Ular yang masuk ke pekarangan menandakan banyak lahan sudah dikonversi, kondisi hutan habitat mereka sudah rusak. Kita sebaiknya menciptakan habitat buatan. Disediakan lahan untuk mereka,” kata Donan saat memberikan pelatihan keterampilan dasar menangkap dan mengendalikan ular kepada petugas Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) di kampus UGM, Jumat (28/8).

Donan berkata, ular yang terlanjur masuk ke dalam rumah sebaiknya tidak dibunuh atau diganggu namun perlu dikendalikan atau ditangkap untuk dilepas kembali. Namun saat proses penangkapan ular sebaiknya tidak dengan menyentuh langsung dengan tangan tapi menggunakan alat berupa tongkat kayu atau bambu untuk dimasukkan ke dalam kantung kain. “ Usahakan kepala ular jauh dari posisi kaki kita,” katanya.

Agar terhindar dari gigitan ular, ia menyarankan masyarakat berhati hati saat berjalan di daerah semak belukar, lapangan terbuka atau di rumah kosong yang tidak ditempati lagi. Sebab menurutnya ular menyukai daerah yang lembab atau berada di bawah tumpukan barang yang tidak pernah dibersihkan dalam waktu lama. “Tempat yang lembab dan ada tumpukan jadi lokasi ular untuk menetap,” paparnya.

Gigitan ular berbisa menurutnya sangatlah berbahaya. Ia menuturkan tidak semua rumah sakit menyediakan serum untuk semua jenis bisa ular. Olah karena itu, ia menyarankan apabila terkena gigitan ular berbisa, sebelumnya sudah diketahui jenis ular tersebut. “Tidak semua serum bisa digunakan. Yang saya tahu di Jogja hanya ada tiga jenis serum, jika masih bisa hidup (setelah digigit) itu anugerah,” paparnya.

Seperti diketahui dalam pemberian pelstihan dasar menangkap dan mengendalikan ular ini, Donan bersam tim membawa beberapa jenis ular sabagai bahan praktek yakni ular king kobra, ular viper pohon dan ular kayu. Pelatihan teknik menangkap dan mengendalikan ular ini menggunakan alat penangkap ular (grab stick).

Kepala PK4L Arif Nurcahyo mengatakan, pelatihan ini dimaksudahkan memberikan pemahaman dan edukasi bagi anggotanuya tenga seluk beluk ular, mengenal jenis karakter ulat dan paham mengendalikan ular serta memahami memberi pertolongan pertama jika terkena gigitan ular.

“Kami harapkan bisa meningkatkan keterampilan para petugas PK4L untuk menangani jika ada ular yang masuk ke rumah maupun ke rumah penduduk yang tinggal di sekitar kampus,” ucapnya.(rid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *