Hujan Lebat di Yogyakarta Diprediksi Berlangsung Tujuh Hari ke Depan

by

Sleman, Koran Jogja – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan Yogyakarta diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berdampak potensi bencana seperti banjir, aliran lahar dingin, maupun longsor.

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kabupaten atau Kota Wilayah DI Yogyakarta.

Hal ini disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah di Australia bagian Utara dan munculnya sirkulasi siklonik di Barat Sumatera Utara dan Timur Kalimantan.

Keadaan ini membentuk daerah perlambatan atau pertemuan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Perairan Selatan Jawa termasuk Perairan Selatan Yogyakarta sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DI Yogyakarta.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan dalam periode tujuh hari  ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi,” katanya, Rabu (10/2).

Puncak musim hujan pada 2021 di wilayah DI Yogyakarta dimulai pada akhir bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.

“Masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir lahar dingin, banjir bandang dan bencana hidrometeorologi lainnya,” ucapnya.(rid)