Ini Presentase Proses PPDB SMPN Kota Yogyakarta

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi akan membuka proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri se-Kota Yogyakarta tahun ajaran 2022/2023 pada 10-13 Juni. Sebanyak 3.466 siswa bakal diterima di 16 SMP negeri se-Kota Yogyakarta.

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori tahun ini ada sedikit perubahan pada besaran persentase siswa yang diterima melalui jalur zonasi khususnya pada jarak wilayah.

“Tahun lalu jalur zonasi jarak sekolah besarnya mencapai 20 persen dari kuota yang diterima setiap SMP negeri. Maka tahun ini berkurang menjadi 15 persen dengan tujuan untuk pemerataan antara 11 sekolah di sebelah utara dan lima sekolah di selatan,” kata Budi.

Secara keseluruhan tahun ini penerimaan dari jalur zonasi dibagi menjadi dua yaitu wilayah dan mutu. Jalur zonasi mutu memiliki kuota sebanyak 44 persen dari total siswa yang diterima SMP negeri.

Kemudian ada afirmasi yang diperuntukkan bagi pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) sebanyak 11 persen dan untuk peserta didik penyandang disabilitas sebesar 5 persen.

“Untuk jalur prestasi, PPDB tahun ini memberi kuota untuk siswa prestasi dalam kota dan dari luar luar kota masing-masing 10 persen. Kemudian untuk jalur perpindahan tugas orang tua dan kemaslahatan guru sebesar 5 persen,” lanjut Budi.

Pendaftaran PPDB secara resmi akan dibuka pada 10-13 Juni dengan ketentuan setiap siswa bisa mendaftar di dua atau tiga sekolah sekaligus. Kemudian pengumuman hasil seleksi akan dilaksanakan pada 15 Juni disertai dengan proses daftar ulang.

Kemudian bagi siswa dari luar kota, diperkenankan untuk mengikuti penyetaraan Assessment Standar Pendidikan Daerah (ASPD) yang pendaftaran resminya dimulai pada 2 Juni. Sedangkan pelaksanaan ASPD pada 8,9, dan 10 Juni.

“Sedangkan untuk PPDB tahun ini, ada sebanyak 1.932 siswa yang akan diterima di 33 sekolah. PPDB jalur zonasi sebanyak 85 persen, kemudian jalur afirmasi disabilitas dan cerdas istimewa 5 persen. Demikian juga jalur mutase orang tua, 5 persen,” terang Budi.

Dalam keterangan tertulisnya, anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba menyatakan akan memantau PPDB. pemantauan akan difokus semua jalur mulai dari jalur penambahan nilai prestasi, jalur zonasi wilayah, jalur zonasi mutu, jalur bibit unggul hingga jalur afirmasi termasuk Kartu Menuju Sejahtera (KMS) dan afirmasi penyandang disabilitas.

“Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kecurangan selama proses PPDB dan pelayanan berjalan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga membuka posko pengaduan mulai 2 Juni 2022 hingga pelaksanaan PPDB selesai di kompleks Balaikota Yogyakarta,” ujar Kamba. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *