Jual Beli Tanah di Kota Yogyakarta, Naik ke Pengadilan

by

Yogyakarta – Transaksi jual beli tanah dan bangunan di Jalan Mangelang 14, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta naik ke pengadilan. Kasus ini oleh pengacara terdakwa dinilai dipaksakan dan tidak cermat.

Ditemui di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Selasa (11/8) sore, pengacara Oncan Poerba, usai sidang pembacaan eksepsinya.

“Kasus ini berawal dari jual beli tanah dan bangunan senilai Rp6,5 miliar milik terdakwa Agus Artadi dan Yeni Indarto yang dijual kepada Yulia dan Gemawan Wahyadhiatmika,” katanya.

Namun proses lanjutan, ternyata ada kekurangan pembayaran sebesar Rp1,5 miliar tapi status sertifikat tanah sudah dibalik nama atas nama pembeli.

“Karena pembayaran kurang, penjual enggan menyerahkan tanah dan bangunan ke pembeli,” ucap Oncan.

Dinilai merugikan, pembeli Yulia dan Gemawan Wahyadhiatmika, kemudian melaporkan Agus dan istrinya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tuduhan memasuki pekarangan orang lain tanpa izin sesuai Pasal 167 ayat(1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1.

Dijadikannya perkara perdata menjadi perkara pidana hingga naik ruang sidang dengan nomor 172/pid/.B/2020/PN.Yyk dinilai Oncan sangat dipaksakan dan didasarkan ketidak cermatan.

“Kedua klien saya tidak segera menyerahkan tanah dan bangunan yang dijualnya, karena belum lunasnya pembayaran,” katanya.

Ia kemudian mempertanyakan, bagaimana mungkin kedua kliennya ini dianggap memaksa masuk ke dalam rumah atau pekarangannya sendiri yang selama ini dihuni dan ditempati serta dikuasainya sendiri sebagaimana

Dalam eksepsinya dalam sidang yang dipimpin Bandung, Oncan meminta kepada Majelis Hakim agar kliennya dibebaskan dari dakwaan dan dilepaskan dari segala tuntutan.

“Karena bukan perbuatan pidana tetapi perbuatan atau peristiwa perdata,” katanya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *