Kamis, 25 April 2024
Koran Jogja

Kantor DPRD Kota Yogyakarta Lockdown, Seorang ASN Diduga Terpapar Covid-19

Yogyakarta, Koran Jogja – Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan  lockdown setelah ada seorang seorang aparatur sipil negara (ASN)di kantor tersebut meninggal dunia diduga terpapar Covid-19. Kebijakan melakukan tes swab missal pun diambil, yang rencananya akan dilakukan pada 8 Februari mendatang.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudyatmoko mengatakan lockdown dilakukan sampai 7 Februari mendatang. “Kami dari unsur pimpinan memutuskan untuk melakukan penutupan sementara DPRD Kota Yogyakarta hingga 7 Februari 2021 demi sterilisasi kantor,” katanya, Jumat (29/1).

Danang mengatakan seorang ASN yang meninggal dunia itu merupakan kepala di bagian Sub Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta. Menurutnya, yang bersangkutan  meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina, Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada Jumat, (29/1) pukul 17.45 WIB. “Dari gejalanya mengarah positif Covid-19, kami masih menunggu swab PCR almarhum, ” kata dia.

Danang mengatakan sementara hasil swab antigen almarhum statusnya negative Covid-19. Sedangkan hasil swab PCR keluar.

Danang berkata, dari hasil foto rontgen paru-paru yang bersangkuran diketahui seperti sudah tenggelam dengan selaput putih sampai yang bersangkutan akhirnya dinyatakan meninggal. “Almarhum diketahui tidak pernah mengeluhkan sakit yang bersifat komorbid atau bawaan seperti diabetes jantung. Orangnya sehat-sehat saja,” ucapnya.

Danang mengatakan, almarhum pada Senin (25/1) lalu memang terlihat dalam kondisi kurang sehat. Menurutnya, yang bersangkutan merasa tidak enak badan dan siang harinua pamit pulang.

Danang kemudian mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sudah dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (29/1) pagi dan sorenya mengalami kritis.  “Jumat sore kondisi almarhum kritis dan mengalami gagal pernapasan hampir 50 persen kemudian jelang maghrib dikabarkan sudah meninggal dunia ,” katnya.

DPRD Kota Yogyakarta pun menyiapkan swab test massal kepada 40 anggota DPRD dan juga 60 ASN serta karyawan non ASN yang bekerja di lingkungan DPRD Kota. “Kami masih koordinasikan soal swab massal ini,” ucapnya.(rid)