Kamis, 23 April 2026
Koran Jogja

Kebiasaan yang Membuat Kulit Wajat Lebih Cepat Menua

Kebiasaan yang Membuat Kulit Wajat Lebih Cepat Menua. (pexels)
Kebiasaan yang Membuat Kulit Wajat Lebih Cepat Menua. (pexels)

Koran Jogja – Sejumlah aktivitas sehari-hari diketahui bisa berdampak pada kesehatan kulit wajah, dan terlihat lebih cepat tua.

Para ahli kulit menyebut hampir 90 persen perubahan kulit yang terlihat, karena gaya hidup dan lingkungan.

Jika kulit mengalami kehilangan elastisitas yang jauh lebih cepat dari awal, kemungkinan rutinitas harian diam-diam bekerja melawan Anda.

Disadur dari times of India, berikut ini sejumlah kebiasaan sehari-hari yang bisa mempercepat penuaan wajah.

Mengabaikan Tabir Surya Saat Mendung

Hanya memakai SPF saat berlibur di pantai? Itu merupakan kesalahan besar. Radiasi ultraviolet bisa menyebabkan penuaan dini.

Anda bisa memakai tabir surya dengan spektrum luas SPF 30 setiap pagi. Padukan dengan pelembap harian.

Ledakan Gula di Sore Hari

Latte es atau kue es setiap hari memang memuaskan. Namun, dampaknya menggangu tingkat energi, hingga menggerogoti kolagen. Akibatnya, kulit kendur dan garis-garis silang.

Untuk mengatasinya, konsumsi sayuran segar, biji-bijian utuh, dan buah-buahan kaya antioksidan.

Antioksidan bisa membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas sekaligus meningkatkan produksi kolagen baru dari dalam.

Tidur Buruk dan Bantal yang Buruk

Waktu tidur yang diabaikan, bisa menjadi jalan cepat menuju lingkaran hitam di bawah mata dan kulit yang pucat.

Tidur yang nyenyak merupakan waktu tubuh untuk memasuki mode perbaikan, membersihkan racun lingkungan, dan mengganti sel-sel mati.

Bantal tidur yang digunakan pun berpengaruh. Jadi, pastikan mencukupi waktu tidur 7-9 jam dan latih untuk telentang.

Jika tidak bisa telentang, pakai sarung bantal sutra untuk mengurangi gesekan kulit secara signifikan.

Menggosok Wajah Hingga Lecet

Membersihkan wajah bermaksud untuk mendapat kulit yang bersih sempurna dan bercahaya. Namun, banyak yang berlebihan.

Sebagian menggosok kulit secara kasar, memakai air panas yang mendidih, hingga eksfolian kimia yang agresif.

Pembersihan yang keras akan menghilangkan lapisan lipid alami kulit. Begitu lapisan pelindung itu rusak, kekeringan dan peradangan kronis akan terjadi.

Jalan keluarnya, pakai air hangat dan pembersih yang lembut. Batasi memakai eksfolian kimia aktif hanya beberapa kali seminggu.

Kemudian juga selalu akhiri dengan pelembap yang memperbaiki lapisan pelindung kulit.

Hidup dalam Mode “Lawan atau Lari”

Banyak orang yang suka mengagungkan kerja keras, tetapi stres kronis bisa berdampak buruk pada penampilan.

Pada waktu stres, otak akan membanjiri sistem dengan kortisol. Tingkat kortisol yang tinggi sebenarnya menghalangi tubuh Anda memproduksi kolagen dan hyaluronan synthase.

Dua komponen tersebut cukup penting untuk menjaga kulit tetap kenyal. Kondisi ini bisa menjadi lebih tipis, penyembuhan tertunda, dan muncul kerutan.

Solusinya, Anda harus menemukan cara mengelola kekacauan ini. Pernapasan dalam, sedikit mindfulness, atau bahkan hanya mematikan ponsel untuk detoks digital dapat menurunkan kadar kortisol secara signifikan. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply