Kemendikbud Bakal Kawinkan SMK-D2

- Jurnalis

Kamis, 4 Februari 2021 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, Koran Jogja – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan pihaknya akan mengubah kurikulum di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan mengawinkannya dengan program vokasi D-2.

“Ada lima aspek yang akan kita ubah dalam kurikulum SMK dan inovasi menikahkan SMK dengan perguruan tinggi vokasi, bisa politeknik atau vokasi universitas agar bisa link and match vokasi dengan dunia kerja. Terobosan menikahkan SMK ini kita namankan D2 fast track,” kata Wikan di DI Yogyakarta, Kamis (4/2).

Lima aspek kurikulum SMK diubah pertama, seluruh mata pelajaran tidak lagi bersifat akademis maupun teori, namun lebih banyak menjadi ilmu terapan. Sehingga mata pelajaran baik itu Matematika atau Bahasa Indonesia diberikan untuk siap diterapkan dalam dunia kerja.

Aspek kedua yaitu menyiapkan mata pelajaran project base learning dan ide kreatif kewirausahaan selama 3 semester. Ketiga penambahan mata pelajaran pilihan, misalnya siswa jurusan teknik mesin dapat mengambil mata pelajaran marketing. Keempat adalah kurikulum wajib di tiap semester, misalnya membangun desa dan pengabdian masyarakat.

“Terakhir adalah menikahkan kurikulum pendidikan SMK dengan perguruan tinggi. Sehingga nantinya lulusan SMK bisa menempuh pendidikan vokasi selama tiga semester atau D-2. Dimana di dua tahun terakhir, peserta didik wajib magang di dunia industri. Skema ini meniru kurikulum pendidikan vokasi yang diterapkan di Jerman serta Jepang,” jelasnya.

Langkah ini menurut Wikan dilakukan agar muncul kecocokan antara materi pendidikan dengan dunia kerja masa kini. Kemendikbud meyakini pendidikan vokasi selalu identik dengan perubahan masa depan dan perubahan ini merupakan jawaban kta atas tantangan di masa depan terkait bonus demografi generasi muda.

Langkah ini sebagai upaya mendukung program tahun lalu yaitu paket paket 8+1 di program SMK CoE 2020. Sementara tahun ini diluncurkan program SMK Pusat Keunggulan (PK), yakni penyempurnaan SMK CoE dengan melibatkan perguruan tinggi vokasi untuk membina SMK.

“Kita ingin ada peningkatan pemahaman dan gairah dari satuan pendidikan vokasi maupun dunia usaha dan industri,” katanya.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbud Wartanto, Kemendikbud turut mendorong hadirnya angkatan kerja dengan menargetkan sebanyak 50 ribu angkatan kerja akan lahir dari program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan 17 ribu dari Pendidikan Kecakapan Wirausaha).

“Agar tidak tumpah tindih dengan program kementerian lain, kita membidik anak lulusan sekolah menengah yang tidak bekerja dan tidak berkuliah dengan rasio umur 17-25 tahun,” katanya.

Dalam melahirkan angkatan kerja, peran dari pemerintah daerah mutlak diperlukan. Sebab pemda adalah aktor utama yang membangun jembatan antara industri termasuk usaha kecil dengan tenaga kerja yang tersedia.(rid)

Berita Terkait

Sembilan Pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin ikuti Konferensi Internasional
GPAI SMP Muh Al Mujahidin Mewakili DIY Maju Apresiasi Guru Tingkat Nasional
3 Pendidikan Tinggi Vokasi di Yogyakarta Luncurkan Pelaksanaan Ekosistem Kemitraan di DIY
Prodi TRPL Politani Samarinda Gelar Pelatihan Penerapan Artificial Intelligence di SD Daarul Hijrah Al-Amin Samarinda
2 Guru SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Pelatihan STEM di Singapura
Beasiswa CIMB Niaga 2023, Syarat dan Waktu Tahapan Seleksinya
Siswa MAN 3 Bantul Sabet Emas di Kejurda Judo DIY 2023
Setahun, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Raih 331 Prestasi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 25 Januari 2024 - 15:58 WIB

Sembilan Pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin ikuti Konferensi Internasional

Jumat, 24 November 2023 - 15:24 WIB

GPAI SMP Muh Al Mujahidin Mewakili DIY Maju Apresiasi Guru Tingkat Nasional

Kamis, 21 September 2023 - 08:02 WIB

3 Pendidikan Tinggi Vokasi di Yogyakarta Luncurkan Pelaksanaan Ekosistem Kemitraan di DIY

Senin, 18 September 2023 - 21:53 WIB

Prodi TRPL Politani Samarinda Gelar Pelatihan Penerapan Artificial Intelligence di SD Daarul Hijrah Al-Amin Samarinda

Jumat, 8 September 2023 - 16:48 WIB

2 Guru SMP dan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Pelatihan STEM di Singapura

Selasa, 22 Agustus 2023 - 14:51 WIB

Beasiswa CIMB Niaga 2023, Syarat dan Waktu Tahapan Seleksinya

Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:29 WIB

Siswa MAN 3 Bantul Sabet Emas di Kejurda Judo DIY 2023

Jumat, 14 Juli 2023 - 09:16 WIB

Setahun, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Raih 331 Prestasi

Berita Terbaru

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024. (Instagram @damriindonesia)

Cek Jadwal dan Harga

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024

Minggu, 14 Apr 2024 - 14:35 WIB

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android. (pixabay)

Sains Tek

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:53 WIB

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan. (pixabay)

Kuliner

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:05 WIB

Ilustrasi. SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta. (dok, Koran Jogja)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:31 WIB

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan. (Instagram @satlantas_polreskulonprogo)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:05 WIB