Minggu, 21 Juli 2024
Koran Jogja

Kesalahan Mengelola Keuangan yang Harus Dipahami dan Dihindari

Kesalahan Mengelola Keuangan yang Harus Dipahami dan Dihindari. (pexels)
Kesalahan Mengelola Keuangan yang Harus Dipahami dan Dihindari. (pexels)

Koran Jogja – Ada sejumlah kesalahan yang masih sering dilakukan oleh sebagian orang dalam mengelola keuangan. Semisal saja pengeluaran sembrono hingga hidup memakai uang pinjaman.

Dilansir dari Hindustan Times, mantan banker investasi Dipti Singh mengatakan, orang sering pergi ke restoran melebihi dompet mereka untuk membayar.

“Orang juga sering membayar pesta ulang tahun mewah atau terkadabng jalan-jalan yang menguras rekening bank mereka,” katanya.

“Hidup di luar kemampuan Anda dan menghabiskan uang untuk mengesankan orang lain itu merupakan lubang hitam finansial dan emosional,” lanjutnya.

Kesalahan mengelola uang yang masih sering dilakukan sebagian orang, yang pertama yakni belanja dulu, baru kemudian menabung.

Orang-orang pada umumnya lebih sering menabung memakai uang yang tersisa setelah digunakan untuk belanja bulanan.

Supaya bisa menghindarinya, maka sebaiknya menentukan terlebih dahulu berapa uang yang hendak ditabung setiap bulan. Selanjutnya anggarkan pengeluaran.

Cara ini akan membantu mengurangi pengeluaran berlebih dan memfokuskan tujuan tabungan,.

Kesalahan kedua dalam mengelola keuangan yang masih sering dilakukan sebagian orang adalah menabung tanpa investasi.

Menabung memang langkah awal yang baik dalam mengumpulkan uang ke dalam rekening. Namun pendekatan yang lebih baik yakni menggunakan uang untuk innvestasi supaya bisa bertumbuh,

Investasi akan membantu mengamankan masa depan dan memastikan cukup uang ketika masa pensiun atau dana dadakan.

Selanjutnya kesalahan pengelolaan keuangan yaitu tidak diskusi dengan orang yang dicintai. Meski topik keuangan mungkin tampak kering dan bukan percakapan romantis, penting untuk melakukan percakapan terbuka tentang finansial dengan pasangan.

Kebersamaan seumur hidup itu berbagi lebih dari sekedar rumah dan keluarga. Artinya juga bisa saja saling mewarisi utang.

Hal itu kemungkinan karena belanja secara impulsif oleh salah satu individu yang berpengaruh pada saldo bank pasangan.

Luangkan waktu untuk duduk dan menetapkan sikap terhadap uang dan mendiskusikan tujuan keuangan bersama serta bagaimana dapat mengupayakannya sebagai satu kesatuan.

Kesalahan selanjutnya yakni menumpuk utang dan kredit macet, karena berbagai alasan. Semisal tidak membayar tagihan tepat waktu.

Masalah ini bisa berangsur diatasi dengan membuat anggaran, mengurangi pengeluaran tidak perlu, membangun tabungan dan investasi untuk pengeluaran tidak terduga. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply