Konsumsi Warga Miskin Yogyakarta Diminta Naik dan Danais Tidak Buat BLT

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X berharap warganya yang miskin meningkatkan pengeluaran agar keluar dari zona kemiskinan.

Dia tegaskan Dana Keistimewaan (Danais) tidak bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) mengatasi kemiskinan.

“Yang miskin abu-abu, di rumah sakit dua hari pasti jatuh miskin. Enggak mungkin tidak. Makanya kita cari jalan keluar yang abu-abu itu bisa kita jaga supaya tidak turun. Begitu turun pasti miskin lagi,” kata Sultan usai Rapat Paripurna di DPRD DIY Jumat pagi (8/4).

Golongan miskin abu-abu dikategorikan Sultan sebagai warga yang berada pada garis level pengeluaran konsumsi per bulan sekitar Rp400-500 ribu.

Jika tidak ingin dikategorikan miskin, maka pengeluaran mereka minimal lebih dari Rp500 ribu.

Di Yogyakarta dikatakan banyak warga miskin abu-abu di tengah jalan dan menimbulkan jumlah orang miskin lebih besar lagi. Menurut dia, hal-hal seperti itu yang harus hindari di waktu mendatang.

“Orang miskin tidak bisa ditambahi duit. Misalnya sekarang rata-rata orang miskin klasifikasi di Jogja 420 kita kasih 500. Nggak miskin lagi toh. Tapi 800 dibelanjakan tidak disimpan. Otomatis hanya dikasih sekali, besok dikasih lagi tetap akan turun. Tau nggak yang saya maksud,” tanyanya.

Cara cepat menjaga agar orang miskin tidak kembali miskin sebut Sultan adalah dengan meningkatkan pengeluaran bulanan. Sebab kalau tidak meningkat, itu artinya konsumsinya juga tidak meningkat.

“Pengeluaran di orang miskin di Jogja itu 420 ribu yang untuk konsumsi. Minus kesehatan dan pendidikan. Tahu nggak,” sambungnya.

Pemda sendiri diakuinya sulit untuk memberikan bantuan bulanan untuk peningkatan konsumsi.

Sultan mencontohkan jika di bulan ini Pemda bisa memberikan bantuan senilai Rp800 ribu maka itu hanya bisa diberikan sekali. Bulan selanjutnya pengeluaranya kembali ke angka Rp420 ribu.

Soal kemungkinan pemberian bantuan dengan skema BLT melalui Danais. Sultan mengatakan dalam ketentuan yang dikeluarkan oleh Departemen (Kementerian) tidak semuanya bisa digunakan.

“Presentasenya ada, tidak untuk BLT, Danais untuk lima kewenangan yang sudah ada. Karena pandemi saja kemurahan Departemen Keuangan meringankan beban daerah dengan sebagian presentases tertentu menolong orang miskin,” katanya

“(Danais) bukan untuk orang miskin, tetapi kebutuhannya untuk lima kewenangan. Kan beda. Gitu loh mas. Jelas,” ucap Sultan. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *